Musyawarah kerja PBSI Bali TAHUN 2017 di GOR DEWARRA TABANAN


Tabanan 16 Nopember 2017,  suryadewata.com

Musker PBSI Propinsi Bali ini dilaksanakan Rabu tanggal 15 Nopember 2017 bertempat di wantilan Sport centre Dewarra Tabanan membahas masalah penyegaran pengurus dan program kerja.

Dipinpin oleh bapak ketua PBSI Prop. Bali I Ngh Wiratha SE , Msi didampingi Sekretaris Umum PBSI Prop. Bali bapak Made Darmiasa Sos MAP dan pengurus lainya
yg dihadiri oleh utusan dari pengurus PBSI Kabuten se Bali yangg berjumlah 9 kabupaten tapi yg bisa meghadiri musyawarah kerja hanya 5 kabupaten yaitu kabupaten Badung, Denpasar, Bangli, Singaraja dan Tabanan selaku tuan rumah sedang 4 utusan Kabupaten yang tidah hadir adalah Kabupaten Gianyar, jembrana, Karang Asem, dan Klungung.

Ketua umum PBSI bali dalam kesempatan ini banyak membahas masalah mengevaluasi dan klarifikasi tentang kepengurusan organisasi dan program kerja, standar penyelenggaraan kompetisi dan standar administrasi organisasi. Bapak Wiratha menyorot dan memaklumi adanya perbedaan aturan penyelenggaran pertandingan dan sistim pertandingan antara PBSI Bali dengan KONI Bali.

Bapak Wiratha menegaskan saat pelaksanaan PORPROV bulan September 2017 lalu di Gianyar seharusnya kebijakan pertandingan mengacu kepada keputusan rapat masing – masing organisasi cabang olah raga nukan semuanya diatur oleh KONI hal ini membuat kebigungan .

Setahu saya KONI itu hanya fasilitator penyelenggaraan olah raga bukan ikut mencampuri kesepakatan yang telah diputuskan dalam rapat cabor ucapnya

Mengenai rencana kerja dan program PBSI Bali kedepan masing2 utusan pengkab/pengkot agar bisa menyampaikan masalah yang timbul dan pandangan umumnya. Pada kesempatan ini utusan pengkab PBSI Tabanan IB C. Palasara mengusulkan pentingnya standar pembiayaan dan mekanisme penyelenggaraan kompetisi. Kami di Tabanan siap menyelenggarakan kompetisi secra berkala namun kami masih ada kendala pengadaan perangkat pertandingan maupun harga sewanya yang cukup mahal mudah mudahan kedepanya PBSI Bali bisa mencarikan jalan keluarnya ucapnya.

Utusan dari pengkan PBSI Buleleng lebih menyoroti masalah menejemen organisasi terutama masalah administrasi pertanggungjawaban masing bidang. PBSI adalah organisasi olah raga besar dan administrasinyapun harus harus bisa di pertanggungjawabkan tegasnya….. // yut

 

Previous KEJURPROP BULUTANGKIS 2017 dilaksanakan di TABANAN
Next SAT POL PP BADUNG mengadakan penertiban spanduk dan penduduk liar

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *