SMP PGRI 2 DENPASAR PERINGATI HUT PGRI KE 72 DAN HARI GURU NASIONAL KE 73


 

Denpasar, 25 Nopember 2017, suryadewata.com.
Mempeeingati HUT PGRI ke 72 dan Hari Guru Nasional ke 73 tangfal 25 Nopembee 2017 dengan tema Peningkatan profesional guru dengan upacara pwngibaran bendera merah putih disekolah yang juga diisi dengan berbagai perlombaan seperti  catur, IT,sepak takrow sekalian penyerahan piala kepada siswa pemenang lomba. Dalam upacara ini disertai pemotongan tumpeng dan pelepasan balon.

Kepala sekolah SMP PGRI 2 Denpasar bapak  Dr. Drs Gede Wenten Aryasuda Mpd yang juga Ketua PGRI Propinsi Bali menjelaskan hari HUT PGRI dan Hari Guru Nasional  berbeda karena pada tahun1994 melalui KEPRES 78 tahun 1994 Pemerintah Indonesia dengan Bapak Presiden Soeharro memberikan penghargaan kepada guru menetapkan tanggal 25 Nopember sebagai Hari Guru Nasional sedang PGRI dideklarasikan 25 Nopember 1945 jadi 100 hari  setelah hari kemerdekaan yang merupakan sebuah panggilan hati mencerdaskan kehidupan bangsa karna banyak rakyat buta hurup akibat penjajahan. Untuk itu berbagai organisasi guru di Indonesia bergabung menjasi satu Persaruan Guru Seluruh Indonesia ( PGRI ).

PGRI sejak lahir sampai sekarang masih utuh dan bentuknya tetap tanpa ada kekosongan karna solidaritas tetap terbangun antara anggota dan pengurus juga pemeeintah berjalan dengan baik.

Di tahun ke 72 banyak tantangan yang dihadapi PGRI  dan harus diperjuangkan seperti kekuranganenaga kekurangan tenaga guru dengan mengusulakan kepada pemerintah untuk mengisi kekosongan guru dengan guru honorer atau kontrak dan regulasi kalau guru tidak diangkat maka tidak bisa dibayar melalui APBD juga kaena sekolah tidak boleh memungut. Pihak sekolah berkeinginan untuk membayar tapi regulasinya tidak mengijinkan karena memungut juga tidak boleh ini merupakan kendala untuk itu tetap kembali kepada pemerintah karha aturan membenarkan.

Kekurangan guru paling banyak dialami oleh kabupaten yang jumlah penduduknya besar seperri Karang Asem dan Bulelwng itu juga karna pengangkatan guru tidak ada sedang guru pensiun hampir riap bulan ada sehingga peoses belajar menjadi terganggu apalagi dengan tuntutan masyarakat akan kwalitas pendidikan dan guru sementara jumlah guru tidak memadai. Pendidikan adalah investasi sumber daya manusia tidak bisa diukur dengan angka ucapnya.

Kurikulum juga menjadi kendala sepwrri sekarang menjalani dua kurikulum yaitu  kurikulum 2006 yang disebut KTSP dan kurikulum 2013. Masalah muncul ketika anak didik pindah sekolah yang dulunya dengan kurikulum KTSP pindah kesekolah dwngan kurikulum 2013 yang ada perbedaan.

Masalah penggajian juga ada keterlambatan yang berimbas pada kesejahtraan guru yang bisa mempengaruhi jalanya pendidikan bisa berjalan dengan baik ucapnya….// yut

Previous WISNU BAWA TENAYA MEMBANGUN DENGAN PRINSIP KEBINEKAAN
Next CALON GUBERNUR BALI I KETUT SUDIKERTA DARI PARTAE GOLKAR

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *