A.A NGURAH GEDE WIDIADA SH, PILGUB BALI SPIRITNYA DEMOKRASI & KONTESTANSI


 

Denoasar, suryadewata.com
Pilgub Bali spiritnya demokrasi dan kontestansi yang memberi ruang ruang kepada setiap kader. Publik pigur yang memiliki kapasitas pemimpin Bali dan memiliki keinginan untuk maju.

Spirit kontestan mentalnya harus mental petarung jangan hanya jalan dan berkoalisi harus menang dan kader semuanya menang siapa yang kalah bisa tidak ada calon yang maju karna ridak ada calon.

Situasi begini tidak akan melahirkan politik maju tidak memiliki komitmen karena spiritnya untung rugi yang pola pikirnya cenderung berorientasi pada bisines atau bahasa kasarnya dagang, selorohnya. Kalau spiritnya busines bagaimana rakyat bisa berharap Bali menjadi lebih baik.

Sebgae poloitisi saya sarankan kepada pihak-pihak yang ingin maju hendaknya memiliki mental petarung karena sudah yakin mau maju dan sudah memiliki kendaraan supaya secepatnya di deklarasi..

Bagi Nasdem tetap mencalonkan Rai Mantra yang sudah kami usung untuk menjadi calon Gubernur Bali karena ketokohannya tidak diragukan.Tinggal dicarikan pasangannya yang memiliki komitmen yang sama.Jika tidak ya pilih saja yang lain, jangan dipaksakan dengan seseorang yang tidak memiliki visi, misi dan komitmen yang sama. Karena di Bali kan masih banyak orang yang berkualitas, jadi jangan dikira kita mengalami krisis pemimpin. Kita masih bisa mencari potensi-potensi lain,” tegas Anggota DPRD Kota Denpasar yang juga pelingsir Puri Agung Peguyangan ini.

Kalau nanti pada akhirnya masyarakat memilih pasangan lain ya kita harus “legowo” karena kemenangan itu adalah kemenangan kita bersama.
Dicontohkan, ketika Pilkot lalu dirinya harus bertarung melawan paket Puspayoga-Rai Mantra pada saat itu,”karena saya harus bertarung ya jadilah petarung sejati. Ketika saya kalah ya saya datangi memberi ucapan selamat. Dan saya kira, pola-pola sikap kelegowoan seperti ini harus terus dibangun di negeri ini. Dampaknya akan terjadi nuansa yang sejuk dan damai ditengah-tengah masyarakat yang sudah terpecah ketika bertarung memenangkan paket yang diusungnya. Janganlah juga berpikir pragmatis, seolah-olah dirinya yang paling benar,”ujarnya.

Terkait dengan tarik ulur paket Dharma-Kerta disebutkan, “kalau memang paket ini sudah disetujui ya jangan tunggu lama-lama untuk dideklarasikan. Kalau bisa ya sebelum akhir tahun sudah ada kepastian. Jangan menunggu terlalu lama karena sangat tidak menguntungkan bagi simpatisan paket ini,”pungkasnya.  (yut)

Previous Wagub Sudikerta Minta Bang Beri Keringanan Kepada Nasabah Terdampak Erupsi G.Agung
Next Telah Berpulang I Gusti Ketut Adhiputra SH

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *