Tabanan Jadi Pilot Project Sistim Parkir Elektronik


 

Tabanan, suryadewata.com.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan Drs. Agus Harthawiguna menjelaskan sejalan kebijakan nasional untuk gerakan nasional direncanakan tahun 2018 di Tabanan menggunakan sistim parkir elektronik yang akan bermanfaat dari sisi masyarakat akan diberi kepastian berapa lama akan parkir. Dari sisi ruang parkir yang terbatas bisa lebih terkendali karena selama ini masyarakat sering kali parkir tanpa pembatasan jam sedangkan masyarakat lain membutuhkan parkir tapi tidak mendapatkan parkir.

Masalah kebocoran dana parkir dsngan sistim parkir elektronik bisa dikendalikan. Pengendalian lalu lintas juga merupakan ranah kita juga sampae masyarakat yang membutuhkan parkir. Ada parkir tapi di isi oleh masyarakat yang tidak berkepentingan sehingga kedepan parkir bisa lebih optimal,  ucapnya

Pelaksanaan parkir elektronik tahun 2018 dimulai dengan menyiapkan tiga lokasi di tepi jalan umum. Sebagae pilot project dilaksanakan di jalan Gajah Mada, jalan Gunung Batur, jalan MH Thamrin direncenakan ditempatkan 15 mesin parkir ditambah 8 mesin yang dibawa langsung tukang parkir diperuntukan parkir mobil.

Ini membutuhkan waktu yang cukup untuk sosialisasi kepada masyarakat karna awalnya parkir menggunakan uang bergeser ke elektronik seperti chip e money. Membutuhkan waktu dan harus kita mulai bekerjasama dengan banh BNI karna kesiapan IT lebih didepan dan juga dengan BPD Bali.

Sistim parkir elektronik harus di pahami masyarakat , suka tidak suka harus dimulai dan memang butuh waktu mensosialisasikan yang nanti ada pro dan kontra tapi harus dilaksanakan karena sistim ini akan mengirangi pergerakan uang tunae dilapangan dan kebiasaan membawa uang tunae bisa dikurangi.
Semangatnya menggunakan teknologi untuk pelayanan parkir yang lebih optimal.

Untuk ruas parkir yang akan dijadikan pilot project akan dipasang kurang lebih 2 sampae 3 alat parkir elektronik yang di back up petugas parkir. Petugas parkir tetap menunggu masyarakat yang parkir dan membantu masyarakat dalam cara pembayaran sekalian mengatur kendaraan.

Ditargetkan bulan Juni 2018 bisa terlaksana karena butuh waktu penyiapan alatnya yang berkorelasi dengan bang BPD selaku lembaga kas daerah. Bulan Maret alat sudah terpasang dan pembelian e money masih terbatas seperti alpha mart tetapi masyarakat harus mulai mengerti dimana harus beli e money.
Mainset masyarakat harus dirubah ini yang membutuhkan waktu dan proses yang panjang tetapi itu harus berjalan, tegasnya..(yut)

Previous Telah Berpulang I Gusti Ketut Adhiputra SH
Next Persiapan Atlet Porprov Gianyar Ikuti Porprov 2019 Di Tabanan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *