Sudikerta Bareng Media Nikmati Makan Nasi Jinggo


 

Denpasar,suryadewata.com
Keakraban Drs. I Ketut Sudikerta dengan masyarakat dimanapun nampak spontan, tidak dibuat-buat. Begitupun dengan awak media. Hal tersebut dilakukan  Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Bali ini seusai dirinya kembali dari KPU Bali guna melaksanakan pendaftaran  bersama pasangannya Calon Gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra,SE, sore tadi di Rumah Aspirasi Jl.Drupadi Denpasar. Tidak segan-segan Sudikerta mengajak awak media untuk menyantap nasi jinggo sembari lesehan di lantai. “Kalau sudah begini nikmat rasanya,” ujarnya. Awak media menangkap suatu beban berat yang harus diterimanya dalam memutuskan untuk menerima keputusan partainya agar bersedia dijadikan calon wakil Gubernur.

Sebagaimana diketahui, selama ini Sudikerta adalah pemegang rekomendasi calon Gubernur hingga beberapa hari terakhir menjelang pendaftaran. Dari hasil survey LSI menghasilkan paket Mantra-Kerta unggul ketimbang Kerta-Mantra. “Karena itulah koalisi menghendaki agar saya menjadi calon wakil gubernur, sehingga partai mengeluarkan rekomendasi seperti itu,”bebernya.

Sudikerta mengatakan hal tersebut sembari menyantap dua bungkus nasi jinggo bersama sejumlah wartawan online, cetak dan elektronik. Tentang keputusan untuk menerima menjadi calon wakil gubernur, menurut Sudikerta sangat berat. “Bahkan istri saya baru merestui menit-menit terakhir menjelang deklarasi di lapangan Bajra Sandhi Renon tadi siang,” ungkapnya. Dilihat dari pengorbanan, menurutnya, hal ini dilakukan agar bisa terus mendampingi masyarakat Bali dalam mencapai kesejahteraannya. “Kalau saya berada di luar sistem maka saya tidak bisa membantu masyarakat,”tegasnya.

Menurut Sudikerta, bila nantinya dipercaya dan dipilih masyarakat Bali bersama pasanganya IB Rai Darmawijaya Mantra yang merupakan Calon Gubernur (Cagub) Bali. “Saya akan siap sepenuhnya mengabdikan diri ditengah-tengah masyarakat Bali, dan akan menjalankan setiap program yang dirasakan sepenuhnya menyentuh kesejahteraan masyarakat Bali,, termasuk Program Bali Mandara Jilid I dan II tidak akan dibuang tetapi akan dilanjutkan,”ujar Sudikerta.

Lanjutnya, selama ini dari 1420 Desa Adat yang ada di Bali sudah ada sebanyak 1388 Desa Adat yang sudah dikunjungi. Bahkan kunjungan tersebut, pihaknya sudah menghabiskan dana 500 Juta lebih yang sudah dibagikan kepada masyarakat. ” Dana yang dibagikan, katanya diambil dari kocek sendiri, dan bukan dari dana APBD selama menjadi Wagub bersama Gubernur Made Mangku Pastika,”terangnya.

Kemudian, jika terpilih, program yang telah dicanangkan Sudikerta selama ini akan dilanjutkan terus, terutama program ekonomi kerakyatan dan ekonomi kreatif. Selain itu, keinginan adalah menyeimbangkan pembangunan antara Bali Selatan yang selama ini menjadi ikon pembangunan di Bali dengan Bali Utara, Bali Barat dan Bali Timur. “Salah satunya pembangunan bandara di Kubutambahan, Buleleng serta jalan tol dari ujung Barat sampai ujung Timur untuk mempersingkat jarak tempuh transportasi darat untuk menekan ekonomi biaya tinggi,” jelasnya.

Ditambahkan, untuk pembinaan generasi muda agar lebih berkualiatas, pihaknya mencanangkan program pendidikan gratis di tingkat SMA/SMK. Sementara, untuk biaya ngaben massal dan nyekah akan sepenuhnya dibiayai pemerintah. Semua program ini dirangkum dalam Program Nawa Candra yang merupakan program inovatif,”tambahnya.  (yut)

Previous Kodam IX/Udayana Terima CSR dari Bank Mandiri Untuk Bedah Rumah Dan Veteran Pejuang RI
Next Deklarasi Mantra - Kerta Tolak Reklamasi Teluk Benoa

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *