Pendukung Wayan Koster-Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (KBS-Ace) Puluhan Ribu Massa Memerahkan Art Centre,


 

Denpasar, suryadewata.com
Kehadiran mereka untuk menyaksikan Pagelaran Seni dan Budaya Menuju Pilkada Damai yang dirangkai dengan Deklarasi KBS-Ace di Kota Denpasar pada hari Minggu 04/02/18. Pagelaran Seni dan Budaya ini dihadiri pula oleh Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, Ketua DPP PDI-P I Made Urip, kader PDI Perjuangan yang juga Menteri Koperasi dan UKM RI AA Ngurah Puspayoga, Anggota DPR RI, I Nyoman Dhamantra dan Rai Wirajaya, serta para ketua partai pengusung dan pendukung KBS-Ace dari PAN, PKPI, Hanura, PKB dan PPP.

Menariknya, PDI Perjuangan juga berhasil menghadirkan dua tokoh ormas besar di Bali, yakni Ketua Umum Laskar Bali Gung Alit dan Ketua Umum Baladika Bali I Bagus Alit Sucipta alias Gus Bota. Selain itu, kembali hadir Raja Denpasar Ida Cokorda Pemecutan yang sebelumnya juga hadir saat deklarasi KBS-Ace di Mengwi, Badung.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede menyatakan, sudah melakukan koordinasi secara intensif dengan partai pendukung untuk memenangkan KBS-Ace di ibukota Provinsi Bali ini. Pun juga telah melakukan tatap muka di empat kecamatan, serta telah menginstruksikan kepada jajaran pengurus partai untuk melaksanakan konsolidasi partai dan berkoalisi dengan seluruh elemen-elemen masyarakat di Kota Denpasar.

Adapun Pagelaran tari-tarian malam pagelaran seni dan budaya ini bernuansa busana merah putih merupakan simbolisasi dari tekad kader-kader PDIP dan partai pendukung untuk tetap berada pada “satu jalur”.
“Upaya ini untuk tetap berada di satu jalur perjuangan kita yaitu untuk kemenangan pasangan Koster-Ace di Kota Denpasar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan KBS-Ace Tingkat Provinsi Bali, I Nyoman Giri Prasta mengatakan, satu jalur, satu pulau, dan satu tata kelola merupakan komitmen dari KBS-Ace. Ada lima bidang prioritas KBS-Ace, yakni sandang, pangan dan papan, kesehatan dan pendidikan, jaminan sosial dan tenaga kerja, adat, agama, tradisi, seni, dan budaya, serta pariwisata dan pembangunan infrastruktur.

Calon Gubernur Bali, Wayan Koster mengatakan, dirinya maju dalam Pilgub Bali 2018 dengan visi “Nangun Sad Kertih Loka Bali”. Maknanya adalah memelihara dan menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Bali yang sejahtera dan bahagia.

Dalam hal ini, sesuai dengan ajaran Tri Sakti Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Visi itu akan diimplementasikan dalam Pola Pembangunan Semesta Berencana dengan lima bidang prioritas. Salah satunya adalah menguatkan desa adat/pakraman di Bali.

“Di bidang adat, agama, tradisi, seni dan budaya, sesuai dengan UU No.6 Tahun 2014, desa dinas sudah mendapat kedudukan dan kewenangan. Khusus untuk Bali, kita juga harus memperkuat kedudukan dan kewenangan desa adat,” ujarnya.

Menurut Koster, desa adat/pakraman perlu dikuatkan agar mampu menyelenggarakan fungsi parahyangan, pawongan, palemahan, beserta awig-awig dan peraremnya untuk kehidupan masyarakat Bali. Selain itu, untuk melaksanakan fungsi pelestarian adat istiadat, tradisi, seni dan budaya. Desa adat juga sebagai lembaga untuk melaksanakan fungsi pendidikan berbasis keagamaan, serta menyelenggarakan perekonomian rakyat.

“Untuk itu, kami akan memperkuat perekonomian desa adat dengan membangun badan usaha milik desa adat. Termasuk di dalamnya adalah untuk memperkuat dan merevitalisasi pasar-pasar tradisional milik desa adat,” jelasnya.

Menurut Koster, hal ini dilakukan untuk menghadapi perkembangan global yang semakin menekan perekonomian rakyat di desa. Sementara di bidang pendidikan, KBS-Ace memastikan pendidikan dasar dan menengah termasuk wajib belajar 12 tahun akan dibiayai penuh dari APBN, APBD Provinsi, dan APBD kabupaten/kota. //don/yut

Previous Sekjen DPP PDIP Ingatkan Kader : Kalau Mau Menang Pilgub Bali, Serangan Udara Harus Dikuasai
Next Polisi Militer Gelar Operasi Gaktib dan Yustisi 2018 Guna Meningkatkan Disiplin, Ketaatan Hukum dan Loyalitas Prajurit

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *