Koster Sosialisasikan Rancangan Pembangunan Bali Kedepan


 

Gianyar, suryadewata.com
Acara sembahyang bersama pasangan calon (Paslon) Calon Gubernur/Wakil Gubernur Bali 2018-20123 Dr. Ir. Wayan Koster, MM. dan Dr.Ir. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, M.Si,

Persembahyangan sekaligus Deklarasi Paslon dari PDIP dan beberapa partai pendukung ini dihadiri hampir seluruh Bupati se-Bali yang “satu jalur”.
Dari DPP Made Urip, I Gst. Agung Wirajaya, Ketua DPRD Provinsi Bali, Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, S.Sos, yang juga Ketua Tim Pemenangan Koster-Ace, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Bupati Buleleng Agus Suradnyana, Wawali Kota Denpasar Jaya Negara, Wabup Bangli Sang Nyoman Sedana Artha, Wabup Gianyar Agus Mahayastra yang juga calon Bupati untuk periode 2018-2023 berpasangan dengan Anak Agung Ngurah lewat paket “AMAN”.

Lalu ada beberapa Ketua DPRD seperti Ketua DPRD Gianyar Wayan Tagel Winartha, Ketua DPRD Kabupaten Bangli Ngakan Kutha Parwatha.
Hadir pula paket BAGUS yang dijagokan PDIP untuk pilbup Klungkung periode 2018-2023.
Di hadapan hadirin, Wayan Koster memaparkan program penataan Bali ke depan jika dirinya dipercaya rakyat Bali untuk memimpin dalam kurun waktu 5 (lima) tahun ke depan.

Usai sembahyang acara deklarasi di Kabupaten Gianyar ini dilanjutkan di Wantilan Pura Samuan Tiga Desa Bedulu Kec.Tampaksiring pada Kamis (8/2).

Ketua Tim Pemenangan KBS-Ace yang juga Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengucapkan terimakasih kepada semua yang hadir dalam deklarasi dan sosialisasi Program KBS-ACE,”yang didalamnya sudah terpola meliputi 5 bidang program yaitu : sandan-pangan, pendidkan, kesehatan, jaminan sosial dan tenaga kerja, adat dan agama, tradisi, seni dan budaya serta pariwisata,”ucapnya.

Giri Prasta yang dikenal dengan istilah CGT ini menerangkan histori menyangkut kedatangan Mpu Kuturan di Samuan Tiga, dimana oleh beliau berhasil mengumpulkan 9 kelompok dan menekankan kepada mereka untuk tidak berbenturan satu sama lain.
“Konsep Hindu ini sudah diterapkan secara nasional, karena itu jangan melupakan sejarah dan tetap bersatu dalam wadah NKRI,”harapnya.

Di lain pihak, Koster di hadapan kader partai dan simpatisan yang jumlahnya kira-kira 9-10 ribuan menyampaikan paparannya untuk membenahi pembangunan Bali secara holistik.
Pembangunan ini harus bertumpu pada adat dan budaya Bali yang berorientasi kepada Agama Hindu yang dibingkai dalam “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang artinya : melalui pola pembangunan semesta berencana.

Konsep “satu bali, satu manajemen” merupakan suatu konsep yang dapat dilaksanakan jika “Bali Menjadi Merah Total”. Bagaimana mungkin program “one island one” management, jika masih ada yang berbeda di tempat lain, seperti di Klungkung dan Karangasem

Uniknya, pemaparan Koster di Wantilan Pura Samuan Tiga pada Kamis (8/2) kali ini diibaratkan dirinya sedang melakukan uji tesis lantaran selesai itu beberapa tokoh kampus seperti mantan Rektor Unud yaitu Prof Made Bakta, Prof Nyoman Sidia Rektor IHDN, bahkan Sulinggih ikut memberikan kritikan dan masukan terhadap Wayan Koster untuk melengkapi tesisnya ini yang tiada lain rencana detil programnya untuk membangun Bali jika terpilih.

Disamping itu, beberapa program yang lebih dipertajam diantaranya pendidikan gratis untuk wajib belajar 12 tahun termasuk kesehatan gratis,dll. //don/yut

Previous PANGDAM MOHON DOA RESTU, PIMPIN KODAM IX/UDAYANA KE PURA BESAKIH
Next Membangun Keakraban Ditahun Politik TNI, POLRI Dan Pemprov Gelar Olahraga Bersama

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *