RAPAT PIMPINAN KODAM IX/UDAYANA TAHUN 2018


Denpasar, suryadewata.com.
Rapim Kodam IX/Udayana yang  laksanakan hari ini merupakan tindak lanjut dari Rapim TNI AD tahun 2018 yang dilaksanakan di Mabesadpada tanggal 5 s.d 6 Februari 2018 yang lalu.

Sangat   tepat apabila tema yang diusung dalam Rapim Kodam IX/Udayana kali ini, yaitu :   “Dengan Dilandasi Jiwa Kesatria,  Militan, Loyal, Profesional, Modern  dan Kemanunggalan dengan   Rakyat, Kodam IX/Udayana siap   Melaksanakan Tugas Pokok TNI AD”

Pangdam IX Udayana Mayjen TNI Benny Susianto S.I.P , berharap peserta Rapim dapat menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya untuk menguatkan jalinan komunikasi yang harmoni guna menyamakan persepsi dalam bekerjasama  memantapkan soliditas dan profesionalitas TNI AD untuk lebih optimal dalam mendukung efektivitas pencapaian tugas pokok TNI AD di tahun politik ini.

Pada kesempatan ini juga saya sampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Prajurit dan PNS Kodam IX/Udayana yang telah melaksanakan tugas, tanggung jawab dan kewajibannya dengan baik pada program kerja dan anggaran tahun 2017 yang lalu. Pertahankan dan tingkatkan kinerja pada tahun ini sehingga menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya serta dapat berprestasi baik di lingkup nasional maupun internasional ucapnya.

Dalam Rapim TNI Polri yang lalu, PresidenRepublik Indonesia mengingat-kan semakin berat dan kompleksnya tantangan kedepan. Lebih rinci lagi Panglima TNI menjelaskan bahwa ancaman kesenjangan ekonomi, senjata biologi serta perang hibrida dan siber harus diantisipasi dengan baik oleh Bangsa Indonesia.  Kasad dalam hal ini TNI AD secara bertahap melakukan penyelarasan pembangunan kekuatan-nya untuk menghadapi tantangan dan ancaman-ancaman tersebut.

Sasaran yang ingin dicapai dalam Rapim Kodam IX/Udayana berkaitan dengan Rapim TNI AD tahun 2018 sesuai dengan program 100 hari Panglima TNI yang dijabarkan oleh program 100 hari Staf Umum AD yang terkait merupakan quick win yang harus dicapai dan merupakan penilaian utama terhadap kapabilitas dan kapasitas dari semua pejabat.

Dalam Rapim TNI AD yang lalu, Kasad juga menyampaikan terkait pembangunan postur TNI AD harus lebih selektif dalam menetapkan skala prioritas agar sasaran MEF II tetap dapat tercapai pada akhir tahun 2019. Hal ini tidak boleh mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitaskinerja, agar opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK pada laporan keuangan Kemhan/TNI dapat diperoleh lagi tahun ini. Hal ini juga sebagai bentuk pertanggung jawaban TNI AD kepada rakyat atas penggunaan Angaran Pertahanan Negara bagi Pembangunan Kekuatan Angkatan Darat.

Seperti kita ketahui bersama, tahun ini merupakan awal tahun politik yang mana diperkirakan potensi konflik dalam penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2018 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Dalam proses demokrasi ini, TNI AD harus netral dan tidak memihak, seperti yang telah ditekankan Pimpinan TNI agar senantiasa  memelihara dan meningkatkan sinergitas serta soliditas TNI Polri, TNI harus netral, tidak mudah terprovokasi dan bertindak sesuai prosedur sehingga pelaksanaan Pilkada maupun Pemilu bisa berjalan lancar, aman dan tidak ada permasalahan berarti.

Beberapa hal untuk dipedomani dan dilaksanakan dalam pelaksanaan tugas harian sebagai berikut  ;
Pertama, tingkatkan profesionalisme dengan menguasai tugas dan tanggung-jawabnya masing-masing, bangun dan kembangkan profesionalisme sesuai dengan koridor aturan dan ketentuan yang ada seperti Sapta Marga, Sumpah Prajurit, serta Delapan Wajib TNI termasuk Sebelas Azas Kepemimpinan, karena semua ini masih relevan untuk diterapkan dalam setiap pelaksanaan tugas, pegang teguh koridor ini dan sesuaikan dengan dinamika kehidupan sosial yang berkembang maka tugas akan terasa ringan untuk dilaksanakan.

Kedua, tanamkan dan kembangkan loyalitas dalam kehidupan parajurit karena profesionalisme jika tanpa dibarengi dengan loyalitas akan sangat berbahaya. Profesiolnalisme yang dimiliki akan bisa dimanfaatkan oleh pihak lain, ini cukup berbahaya karena banyak institusi yang mengembangkan loyalitas namun tidak mampu diterapkan seperti loyalitas dalam kehidupan prajurit.

Ketiga, tumbuhkan dan pelihara kebanggaan terhadap profesi dalam diri setiap prajurit karena rasa ikhlas, kehormatan dan kesetiaan tumbuh karena kebanggaan. Dengan rasa bangga ini maka tugas-tugas yang dilaksanakan akan terasa ringan, maksimal dan dikerjakan dengan sepenuh hati.

Keempat, ciptakan dan wujudkan kebersamaan dengan membangun komunikasi dua arah menciptakan suasana kerja yang harmonis sehingga dapat menjadi kekuatan bagi organisasi, terapkan sistem demokrasi yang kita miliki, pimpinan harus dekat dengan bawahan dan hindari adanya bawahan yang takut kepada pimpinan

Pesan panglima kepada masyarakat agar jangan mengangkat isu sara, karena Indonesia terdiri dari bergae keragaman yang menyatu dalam kebinekaan. Siapapun yg melanggar akan berhadapan dengan hukum …..tegasnya/yut

Previous Satgas Tindak OMP 2018 Polres Badung Tingkatkan Patroli
Next Pesta Wirausaha bali 2018

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *