Berawa Beach Art Festival Dibuka Wakil Bupati Badung Suiasa Dibanjiri Ribuan Pengunjung


 

Badung, suryadewata.com
Berawa Beach Art Featival (BBAF) resmi dibuka hari Rabu tanggal 22/02/18 oleh Wakil Bupati Badung I Ketut Suiasa. Dalam acara ini di hadiri oleh Ibu I Wayan Giri Adnyani yang mewakili Menteri Kebudayaan, Ketua PHRI Propinsi Bali Cokorde Oka Artha Ardhana Sukawati dan tokoh- t tokoh masyarakat lainya, juga seluruh Kepala Desa di Badung. Pembukaan festival ini ditandai dengan pelemparan pencar oleh ibu I Wayan Giri Adnyani

Kepala Desa Tibu Beneng Made Kamajaya dalam kesempatan ini menjelaskan seluruh masyarakat Tibu Beneng bekerja keras demi terselenggaranya festival ini. Desa Tibu Beneng terletak ditengah – tengah kecamatan Kuta Utara yang merupakan daerah tujuan wisata yang tiap harinya dikunjungi 2 ribuan wisatawan domestik maupun manca negara.

Berawa Beach Art Festival adalah festival bernuansa pesisir dengan dengan tema pesisir langu memberdayakan masyarakat setempat serta mampu menjadi promosi pariwisata. Festival ini bisa memberi ruang transformasi dibuka dari tanggal 22 samapai 25 Pebruari 2018 yang mengaloborasikan berbagae aktivitas seni seperti pementasan tari kecak kolosal dengan 5,555 penari dari siswa siswi SMA dan SMK se Kabupaten Badung dan ini memcahkan rekor MURI, pertunjukan seni kolosal dari semua sanggar seni yang ada di desa ini, pertunjukan parade budaya dari masing banjar, pameran seni visual, pertunjukan wayang, musik art Bali,kompetisi patung pasir, lomba tari kontenporer, lomba mancing amatir dilaut yang diikuti oleh seluruh masyarakat Tibu Beneng dan sekitarnya, food festival yang mana bahan bakunya dari ikan laut yang diikuti 13 banjar di Tibu Beneng yang sasarnya wisatawan manca negara, bazar kuliner.
Festival ini terlaksana karena dukungan penuh dari Bupati Badung Giri Prasta ucapnya.

Sementara I Ketut Suiasa yang mewakili Bupati Badung menjelaskan pelaksanaan festival ini merupakan proses panjang dari pemikiran masyarakat dan pelaku pariwisata apa yang diperbuat secara riil dalam mewujudkan konsepsi pariwisata berbasis masyarakat.

Mewujudkan pariwisata yang berkualitas tidak cukup dengan berpromosi kata-kata, ataupun brosur yang yerbaik adalah melaksanakan suatu momentum kegiatan yang memunculkan potensi kearifan lokal.

Bali menjadi pariwisata berlandaskan budaya dan lingkungan itu dipikir secara kreatid dan inovatif ditambah data base tourism harus dilakukan sungguh-sungguh.

Tradisi, adat, budaya, agama dan seni harus dilestarikan dan di integrasikan dengan pariwisata.
Festival ini akan berlanjut disepanjang pantai Badung sekarang di Tibu Beneng kemudian Peti Tenget dan Canggu.
Tibu Beneng merupakan festival yang ke 13 di Kabupaten Badung ucapnya.

Menteri Kebudayaan yang diwakili I Wayan Giri Adnyani menjelaskan pemerintah menyampaikan apresiasi terjadap semua inisiatif positif. Pariwisata harus terua dikembangkan dengan keterlibatan masyarakat.

Pembangunan pariwisata tidak hanya dilihat dari sisi ekonomi tetapi dari semua aspek kehidupan. Dengan festival  nilae-nilae pelestarian budaya dapat diimplementasikan , aspek kehidupan masyarakat juga sosial yang manfaatnya banyak kepada masyarakat lokal.

Bali adalah destinasi pariwisata utama di Indonesia yang mana menyumbang 40% dari jumlah kunjungan wisatawan manca negara dan juga wisatawan domestik tahun 2016 ada 9 juta kenjungan ke Bali ucapnya.//yut

Previous Salah satu Syarat Untuk Bisa Naik Pangkat di Kepolisian “ Dipantau Langsung Kabag Sumda”
Next Rombongan Presiden Dari Tabanan Menuju Denpasar, Polres Badung Siaga di Setiap persimpangan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *