Seminar Sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok Toko Modern dan Tempat Umum


 

Denpasar, suryadewata.com
Seminar sehari tentang penguatan Perda nomor 7 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) hari ini, Selasa (6/3/2018) dilaksanakan di Aula Sewaka Mahottama, Lumintang Denpasar.
Hadir sebagai narasumber Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Kantor Dinas Kesehatan Kota Denpasar, juga dari unsur Satpol PP Kota Denpasar selaku penegak dan pengaman Perda tersebut.

Rokok mengandung zat adiktif yang berbahaya bagi kesehatan tetapi membuat ketagihan bagi perokok. Merokok di tempat umum bukan saja membuat gangguan kesehatan bagi penikmatnya akan tetapi juga bagi orang lain di sekitarnya. Karenanya, pemerintah mengeluarkan aturan di kawasan mana saja diperbolehkan untuk menikmati kebiasaan merokok terutama di kawasan perkantoran, tempat ibadah, sekolah, kendaraan umum dan tempat bermain dan rumah sakit. Dalam Perda KTR, Pemerintah Kota Denpasar juga melarang iklan rokok di kawasan strategis termasuk layanan iklan dikawasan Toko Modern seperti mini market, ritel, super market,dll. Diharapkan toko modern untuk ikut berpartisipasi menunjang program KTR dengan meniadakan display rokok.

Menurut Kabid Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit dr. I Dewa Bagus Ekaputra ,”saat ini kita masih membahas terkait sosialisasi penjualan rokok di toko-toko modern terutama yang didisplay secara terang-terangan di sebelah kasir,”terangnya. Mekanisme penjualan sebaiknya diatur agar tidak terlalu menyolok. Karena tidak dilarang menjual tapi hendalnya media penjualan ditutup kain agar tidak terlalu transparan,”imbuhnya.

Nantinya, Pemerintah Kota Denpasar bersama unsur terkait akan melakukan sidak ke toko-toko untuk sosialisasi Perda KTR. Sesuai dengan tahapan-tahapannya, apabila masih ada yang secara terang-terangan menjual rokok maka akan dilakukan pembinaan yang diikuti dengan penindakan sesuai Perda KTR yang dimaksudkan,”tegasnya.

Salah satu upaya untuk menghindari seseorang merokok sembarangan yakni tidak menyediakan asbak di tempat/ruangan tersebut, serta dipasang stiker dilarang merokok di toko2 modern.Demikian juga halnya dengan tempat-tempat umum dan tempat kerja sebaiknya membuat ruangan khusus bagi perokok tapi harus disediakan ventilasi yang cukup dan tidak dalam gedung.

Sebagaimana diketahui, dalam sebatang rokok terdapat kandungan zat nikotin yang berbahaya dan mengakibatkan timbulnya penyakit kanker.
Untuk diketahui pelanggaran terhadap Perda KTR dikenakan sanksi 3(tiga) bulan denda kurungan.

Sementara,Sedana selaku tim Penyuluh KTR dari Sat.Pol.PP. Kota Denpasar menjelaskan,”Penegakan Perda KTR Nomor 7 th 2013 hasil Sidak di kawasan Tanpa Rokok di toko modern, sekolah, rumah sakit, kantor, dll selama kurun waktu tahun 2016 tercatat disidangkan 170. Dari pelanggar kebanyakan tidak tau ada perda demikian walaupun sudah disosialisasikan,”katanya.

Dalam penegakan Perda KTR, menurutnya banyak mengalami kendala lantaran berbenturan dengan teman/ sahabat atau juga keluarga.

Previous Patroli Polres Badung Temukan Anak Nyasar “kembali berkumpul bersama keluarganya”
Next Desa Adat Kerobokan Dengan 50 Banjar Sepakat Menangkan Paslon KBS - ACE

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *