HUT KE 12 MCW Tetap Eksis Beritakan Korupsi


 

Denpasar, suryadewata.com
Media Coroption Watch (MCW) dan MCWNews.com adalah salah satu media yang menelisik jaringan praktik korupsi dan membeberkan atau menginformasikan secara gamblang terhadap tindakan  penyimpangan anggaran yang terjadi di daerah – daerah di Indonesia. Langkah ini diambil untuk mempersempit jaringan korupsi yang makin mengakar di negeri ini.

Demikian disampaikan, Pemimpin Umum / Pemimpin Redaksi MCW dan MCWNews.com, Jeffry Karangan saat ditemui puluhan awak media pada acara HUT Media MCW ke – 12 di Jalan Dewi Madri 9X Renon Denpasar (5/4).

Jeffry Karangan mengatakan, saat ini MCW sudah menginjak 12 tahun, seiring berjalanya waktu pasti mengalami berbagai tantangan dan problema yang harus dihadapinya, walau demikian MCW  masih fokus pada pemberitaan anti korupsi, sebagaimana diketahui bersama bahwa Indonesia masih masuk dalam daftar negara terendah yang bersih dari praktik korupsi.

“Realitas itulah yang menggugah asumsi kongkrit masyarakat khususnya kaum marginal dibuat terluka atas tindakan korupsi, dan mirisnya lagi telah dilakukan oleh beberapa individu dari suprastruktur yang duduk dalam pengelolaan pelayanan publik,”katanya.

Pemred MCW ini juga mengatakan dalam bentuk apapun, korupsi selalu menyisakan sebuah keadaan yang tidak adil dan merugikan kepentingan umum, siapapun selalu mereaksi fenomena korupsi dengan sikap fanatik dan timbul keinginan untuk memutus mata rantai dan menghentikan jaringan aktivitas korupsi Indonesia.

“Hal itulah menjadi kepedulian kami sebagai insan pers, terus berupaya untuk memerangi praktek korupsi di negeri Indonesia melalui berita-berita anti korupsi,”tambah Jeffry.

Ditanya soal, kiprah MCW selama 12 tahun ini, Jeffry mengakui dalam perjalanan Media Corruption Watch tak lepas berbagai transformasi format yang diawali dari tabloid. Tiga tahun berjalan dan seiring kebutuhan halaman yang semakin bertambah, konsep berubah menjadi sebuah majalah.

“Namun ditahun 2009, terjadi kendala teknis yang memaksa penerbitan kami mengalami stagnan selama setahun. Bahkan sempat vacuum selama setahun, namun kemudian terbit lagi dengan format majalah hingga sekarang,” jelas Jeffry.

Jeffry Karangan yang juga Ketua Bidang Organisasi DPP Ikatan Media Online (IMO) Indonesia menambahkan, MCW tetap konsen mengulas pemberitaan kasus korupsi dan opini anti korupsi.

“Segmentasi MCW 70 persen mengulas tentang korupsi dan penanganan perkaranya, sedangkan 30 persen menampilkan berita tentang keberhasilan pemerintah dalam membangun infrastruktur di seluruh Indonesia,” jelas Jeffry.

Sementara ini, perubahan dunia media konservatif menjadi media digital juga disikapi Jeffry Karangan. Dengan demikian sejak setahun lalu, MCW resmi memiliki portal berita website yang beralamat di www.mcwnews.com.

“Namun kalau untuk isi konten pemberitaan yang kami sajikan di media online MCW, lebih luas menyasar ke berbagai isu publik. Tentu prosentase ruang berita terbagi 50 persen untuk berita umum dan 50 persen lagi spesifik seperti yang selama ini menjadi nafas Media Corruption Watch,”tegasnya. (*)

Previous Kodim 1610/Klungkung Dan Pemkab Ramai Ramai Bersihkan Pantai
Next KOSTER - ACE TATAP MUKA DENGAN KELOMPOK NELAYAN SIMBAR SEGARA PEMOGAN

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *