Penyuluhan Penerapan Komponen Budidaya Dalam Mendukung Ketahanan Pangan


Badung, suryadewata.com
Kegiatan TMMD ke -101 Kodim 1611/Badung menggandeng Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Badung dalam kegiatan non fisik dengan maksud memberikan penyuluhan tentang “penerapan komponen budidaya dalam mendukung ketahanan pangan” kepada masyarakat Desa Banjar Dalem.

Putu Gede Simbaryadnya selaku penyuluh menerangkan pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia sehingga pemenuhannya menjadi salah satu hak asasi yang harus dipenuhi secara bersama-sama oleh negara dan masyarakatnya. Pemerintah Kab. Badung  selalu berupaya untuk mencapai kemakmuran warganya, salah satunya adalah meningkatkan ketahanan pangan nasional. Pangan merupakan kebutuhan primer yang harus dipenuhi oleh setiap manusia. Salah satunya adalah kebutuhan akan beras, di masyarakat.

Dari salah satu hasil penelitian dan pengembangan pertanian dari kementrian Pertanian memiliki invovasi teknologi yaitu “Jarwo Super” adalah Proses budidaya pertanian terutama budidaya padi menjadi hal yang sangat penting bagi kehidupan negara Indonesia, karena beras yang dihasilkan menjadi salah satu produk yang sangat penting. Beras adalah makanan pokok rakyat Indonesia sehingga beras menjadi produk utama dalam Sembilan bahan pokok.

Banyak faktor bisa mempengaruhi proses peningkatan produktivitas dan kualitas produksi padi. Beberapa faktor yang sangat penting adalah penggunaan bibit unggul, pemupukan yang tepat sasaran, pengairan yang tepat, pengendalian hama penyakit, dan lain sebagainya. Jumlah populasi tanaman per hektar juga tidak kalah pentingnya dalam peningkatan produktivitas dan kualitas padi. Salah satu cara untuk mengoptimalkan populasi tanaman dengan sinar matahari yang bisa digunakan oleh tanaman padi ialah dengan mengatur system tanamnya. Salah satu system yang terkenal adalah Sistem Tanam Jajar Legowo (Jarwo).

“Legowo” di ambil dari bahasa jawa yang berasal dari kata “Lego” yang berarti Luas dan “Dowo” yang berarti panjang. Tujuan utama dari Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir. Ada beberapa system tanam jajar legowo yaitu Jarwo 2 : 1, Jarwo 3 : 1 dan Jarwo 4 : 1.tutur Putu Gede Simbaryandnya.

Ketua kelompok tani IB. Putu Bawa menyampaikan penyuluhan yang di lakukan ini sangatlah baik di karenakan dengan penyuluhan ini para petani dapat ilmu tambahan tentang cara tanam, pemupukan maupun cara panen sehingga pengetahuan tersebut dapat di terapkankan untuk sehari – harinya agar mendapatkan hasil panen yang maksimal.

Previous Masyarakat Kecamatan Kubu Karangasem Tidak Akan Memilih Selain Mencoblos Koster
Next Kini giliran tiga banjar di Kelurahan Padang Kerta Kecamatan Karangasem Dukung Koster - Ace

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *