Mery Bebas, Langsung Ambil Anaknya, Besok Pulang ke Sumba


CAPTION: Dari kiri: Disaksikan Ketua Yayasan Sayangi Bali Dewa Putu Wirata, Sekretaris Dinsos Bali IGP Widiantara dan Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Bali IA Ketut Anggreni, Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali I Wayan Wenten menggendong Baby J sebelum diserahkan kepada ibu kandungnya Mariana Dangu (kanan).

Denpasar, suryadewata.com
Masih ingat kasus Baby J? Ya, kasus yang sebenarnya sekedar sandiwara penyiksaan bayi – kita sebut saja Baby J – yang mengantarkan ibu kandung bayi tersebut, Mariana Dangu alias Mery akhirnya menghuni Lapas Kerobokan, Denpasar selama sembilan bulan.

Hari ini, 25 April 2018 sekitra pukul 09.00 Wita Mery dibebaskan dari Lapas Kerobokan karena sudah menjalankan hukumannya selama 9 bulan penjara sesuai Putusan Pengadilan Negeri Denpasar pada 19 Desember 2017. Dalam kasus inim, Mery mulai ditahan di Polda Bali sejak 27 Juli 2017.

Keluar dari penjara, Mery yang dijemput Tim Bahu HAM, Sang Dewi,  Satgas  Flobamora dan Komunitas Jurnalis Flobamora (KJF) dan keluarga besar Sumba langsung menuju kantor Dinas Sosial Provinsi Bali untuk mengambil anaknya, Baby J sesuai putusan Pengadilan Negeri Denpasar sebagai hak asuh anak.  Selama Mery menjalani masa tahanan di Polda Bali  dan hukuman di Lapas Kerobokan, Dinas Sosial Provinsi Bali menitipkan Baby J di Yayasan Sayangi Bali.

Setelah menyelesaikan segala persyaratan administratif, Rabu, 25 April 2018 sekitar pukul 19.000 malam ini Ketua Yayasan Sayangi Bali Dewa Putu Wirata menyerahkan Baby J kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Bali Drs. I Wayan Wenten dan selanjutnya Wayan Wenten menyerahkan Baby J kepada ibu kandungnya, Mery untuk diasuh.

Mery dijemput Flobamora Bali di Lapas Kerobokan Penyerahan ini disaksikan oleh Dr Lely dari P2TP2A Provinsi Bali, dan Dominggus dari Dinas Sosial Sumba Barat Daya yang datang khusus untuk ikut membantu proses pemulangan Mery dan anaknya ke SBD, tempat asal Mery.

Semua hadiran bertepuk tangan menyaksikan momentum bersejarah ini. Keluarga besar Sumba, Bahu HAM, Sang Dewi, KJF, Satgas Flobamora yang dimotori Marten Roa, staf Yayasan Sayangi Bali dan Staf Dinsos Provinsi Bali tampak mengumbar senyuman bahagia. Sesekali mereka mengeluarkan teriakan ala Sumba. Semuanya tampak sumringah.

Bebeda dengan wajah Mariana Dangu alias Mery. Perempuan 30 tahu asal Wee Raka, Desa Buru Delo, Kecamatan Wajewa Selatan, Kabupaten Sumba Barat Daya ini terlihat terus meneteskan air mata begitu buah hatinya ini kembali ke pelukannya. Besok, Kamis 926/04/2018) Mery bersama putranya Baby J dan utusan dari Dinas Sosial Kabupaten SBD langsung terbang ke SBD. (rsn)

Previous Program Bedah Rumah Warga Miskin, Salah Satu Dari Lima Program Unggulan Koster
Next Kemenlu dan Kemenkeu Bahas Efisiensi Tata Kelola Anggaran Perwakilan RI

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *