Warga Banjar Abangan Tegalalng Nyatakan Kebulatan Tekad Menangkan Paket AMAN dan KBS – ACE.


Gianyar, suryadewata.com
Antusias ratusan warga banjar Abangan desa pakeraman Tegalalang Kecamatan Tegalang menyambut kedatangan Paslon Bupati Agus Mahayastra dan Wakil Bupati Agung Mayun ( paket AMAN ) dengan sangat meriah dan kompak . Jumat 18 Mei 2018

Turut hadir dalam simakrama ini Kadek Diana anggota DPR, A.A Gede Putra tokoh masyarakat, Nyoman Ondo Wirawan dan prajuru banjar

Bendesa adat banjar Abangan Nyoman Sukarja menjelaskan banjar ini ada 380 orang pemilih dengan jumlah KK 104. Mayoritas warganya sebagian besar berpropesi sebagai petani.

Dalam acara ini ratusan warga banjar Abangan menyatakan kebulatkan tekad untuk memenangkan Paslon Bupati dan Wakil Bupati paket AMAN sekaligus Paslon Gubernur dan Wakil Gubernur KBS – ACE dengan memberikan 90% suara… ucapnya

Hampir seluruh warga banjar Abangan sudah mengenal sosok Agus Mahayastra calon bupati muda yang ramah dan komitmen dengan janji. Warga memohon bantuan pembangunan wantilan senilai 300 juta.

Agus Mahayastra bereaksi dan menyanggupinya ” Ini baru pemanasan ” selorohnya.
Nantinya banjar Abangan ini akan dijadikan daerah binaan PDIP .

Adapun program lima tahun kedepan diantaranya ;
– Repitalisasi pakeraman yang diantaranya pembangunan pura, wantilan dan fasilitas lain. Untuk Pitra Yadnya ngaben massal dibantu 4 juta persawe, sedangkan Dewa Yadnya karye Padudusan Agung dibantu 250 juta, dan Manusia Yadnya metatah massal dibantu 1 juta per orang
–  Kesehatan gratis apapun sakitnya gratis asal mau menandatangani pernyataan rawat inap cukup menunjukan KK dan KTP di Puskesmas atau rumah sakit Sanjiwani yang telah beroperasi pembangunanya menelan dana 350 miliar dan akan dilanjutkan penambahan 200 kamar lagi
–  Pendidikan gratis dari SD sampai SMP serta membangun gedung PAUD dan TK Hindhu berbahasa Bali untuk pendidikan karakter anak

Pada kesempatan ini Agus Mahayastra bercerita sekelumit tentang keadaan politik saat penyerahan jabatan Presiden dari Pak SBY ke Pak Jolowi ternyata telah tumbuh subur faham radikalisme seperti ormas HTI, FPI.

HTI di Istora Bung Karno yang dihadiri ratusan ribu orang dengan bendera ISIS mendeklarasikan mengganti idiologi Pancasila menjadi syariat islam.

Selanjutnya Presiden mengeluarkan PERPU yang isinya membubarkan ormas yang anti Pancasila.

Setelah 30 hari PERPU harus diundangkan tetapi wajib ada persetujuan  DPR disinilah partai-partai yang sebelumnya Presiden sudah curiga ada 3 partai menolak oembubaran HTI yang anti Pancasila diantaranya partai Gerindra, PKS, PAN.

Agus Mahayastra menyarankan warga berhatu-hati memilih partai karena oartai adalah produk memilih kader DPR, Bupati dan Gubernur

Untuk itu jangan keluar dari partainya rakyat bali dan pilih calon pemimpin dari partai PDIP dan Hanura…..tegasnya.

Previous Penerimaan Pasukan Satgas Pengamanan Pulau Terluar, Yonif Khusus Raider 744/SYB dan Satgas Yonif I Marinir.
Next Lestarikan Seni Budaya Koster Buka Festival Kompetesi Barong se Bali

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *