Istri Pejabat Tinggi di Bali Dugaan Kasus Penipuan Naik Status Penyidikan


SURYADEWATA.COM
Kasus penipuan yang melibatkan istri pejabat tinggi di Bali berinisial IAKSS naik status ke penyidikan. Kasus penipuan jual beli lahan yang menyebabkan PT Marindo Investama yang merupakan anak perusahaan raksasa Maspion Grup mengalami kerugian senilai Rp150 miliar ditingkatkan statusnya oleh Polda Bali.

Kuasa hukum pelapor, Sugiharto dkk dalam keterangan resminya di Denpasar menjelaskan, berdasarkan perkembangan laporan polisi di Polda Bali tanggal 15 Maret 2018 no. LP/99/III/REN.4.2/2018SPKT POLDA BALI terkait dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan atas dua bidang tanah SHM no.5048/Jimbaran seluas 38.650 meter persegi dan SHM no.16149/Jimbaran seluas 3.300 meter persegi dengan terlapor IAKSS istri salah satu calon Wakil Gubernur Bali selaku Komisaris Utama PT Pecatu Bangun Gemilang dan GNW P selaku Direktur Utama PT Pecatu Bangun Gemilang, selaku pelapor ia telah menerima SP2HP (Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan) dari penyidik Ditreskrimsus Polda Bali.

Dalam surat bernomor B/140/VI/RES 2.5/2018/Ditreskrimsus tertanggal 22 Juni 2018 perihal pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan, penyidik menyampaikan perkembangan penyelidikan yang telah dilakukan, sekaligus meningkatkan status dari penyelidikan ke penyidikan. “Esensi dari SP2HP yang telah kami terima dari penyidik Polda Bali pada hari Senin, tanggal 25 Juni 2018 bahwa terhitung sejak tanggal 21 Juni 2018, kasus yang kami laporkan di Polda Bali penanganannya telah ditingkatkan ke tahap penyidikan,” ujar Sugiharto, Senin 25 Juni 2018.

Berdasarkan SP2HP dari penyidik Ditreskrimsus Polda Bali itu, Sugiharto merasa pihaknya mendapat jaminan dari penyidik bahwa perkara yang telah dilaporkannya mendapatkan penanganan yang akuntabel dan transparan. “Kita lihat perkembangan penyidikannya. Ketika sudah naik status menjadi penyidikan, artinya tindak pidana yang dilakukan terlapor dianggap sudah cukup bukti oleh penyidik. Bisa saja ada tersangka. Tujuan penyidikan itu kan mencari tersangka. Sekarang mungkin sudah ada tersangkanya,” ujar dia.

Kasubdit II Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP Agung Panigoro membenarkan jika kasus tersebut telah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. “Ya betul, sudah naik penyidikan kasusnya,” kata Agung. Hanya saja, ia menegaskan belum menetapkan tersangka dari kasus tersebut. “Belum ada penetapan tersangka,” ungkapnya.

Kasus ini berawal saat Maspion Grup melalui anak perusahaannya PT Marindo Investama ditawarkan tanah seluas 38.650 m2 (SHM 5048/Jimbaran) dan 3.300 m2 (SHM 16249/Jimbaran) yang berlokasi di Desa Balangan, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung oleh seorang pejabat di Bali. Tanah ini disebut berada di bawah perusahaan PT Pecatu Bangun Gemilang, dimana istri pejabat tersebut berinisial IAKSS selaku Komisaris Utama. Sementara Direktur Utama dijabat GNW P.

Setelah melawati proses negosiasi dan pengecekan tanah, akhirnya PT Marindo Investama tertarik membeli tanah tersebut seharga Rp150 miliar. Transaksi pun dilakukan pada akhir 2013. Nah, beberapa bulan setelah transaksi, barulah diketahui jika SHM 5048/Jimbaran dengan luas tanah 38.650 meter persegi merupakan sertifikat palsu. Sedangkan SHM 16249 seluas 3.300 meter persegi sudah dijual lagi ke pihak lain. Akibat penipuan ini, PT Marindo Investama mengalami kerugian Rp150 miliar. “Kami sudah menggelontorkan uang besar Rp150 miliar, tapi kami dibohongi. Kami tidak bisa menguasasi fisik tanah dan tidak memilik hak atas dua bidang tanah tersebut,” lanjut Sugiharto.

Saat ini, sudah ada belasan saksi yang diperiksa oleh penyidik Dit Reskrimsus Polda Bali. Di antaranya, tiga notaris yang terlibat dalam jual beli tanah, pihak BPN (Badan Pertanahan Negara) Badung serta saksi lainnya yang terkait. Namun, saksi terlapor yang dipanggil yaitu IAKSS selaku Komisaris Utama dan GNW P sebagai Direktur Utama PT Pecatu Bangun Gemilang tidak hadir dalam pemeriksaan kala itu.

Menurut informasi yang berhasil dihimpun IAKSS, adalah istri mantan pejabat kuat di Bali yang juga Ketua salah satu partai besar di Bali. Suami terlapor saat ini juga ikut bertarung pada Pilgub Bali 2018.

Previous APLOG SIAP KIRIM LOGISTIK KE SELURUH INDONESIA
Next Operasi Mantap Praja Agung 2018 : Tahap Pungut Piikada Segera Tiba, Pasukan Digeser “ Polres Badung Gelar Apel Serpas”

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *