Edukasi Informasi Bijak Mengkonsumsi Minuman Beralkohol


SURYADEWATA.COM
Diskusi Bijak Menkonsumsi Minuman Beralkohol mulai dari proses pembuatan, mamfaat buat kesehatan, serta legalitas diselenggarakn pada hari Senin tanggal 25/06/2018 di Hotel Grand Ina Bali Beach Sanur

Diskusi ini bertujuan mencari solusi terbaik untuk melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat tentang Bijak menkonsumsi minuman beralkohol yang diinisiasi oleh Diageo yang merupakan produsen minuman beralkohol terbesar di dunia yang telah 10 tahun hadir di pasar Indonesia, bersama dengan Yayasan Bali Gumanti dengan melibatkan berbagai pihak masyarakat yang berkepentingan dengan keberlangsungan minuman beralkohol,

Minuman beralkohol, baik yang tradisional seperti Arak, Tuak, dan sejenisnya ataupun yang modern yang sudah berijin, baik produk lokal maupun import sering kali dituding sebagai sumber dari berbagai permasalahan, mulai dari perkelahian, keributan, kriminalitas hingga kasus keracunan.

Secara umum peserta dalam diskusi tersebut berpandangan bahwa dampak buruk dari minuman beralkohol karena cara dan prilaku dari masyarakat dalam mengkonsumsinya yang tidak benar dan belum adanya regulasi dari pemerintah yang mengatur ketertiban dalam mengkonsumsinya.

Pemahaman masyarakat akan cara bijak dalam mengkonsumsi minuman beralkohol ini masih relatif rendah. Padahal mengkonsumsi minuman beralkohol memiliki manfaat dan dampak yang positif apabila dilakukan secara benar, bertanggung jawab dan tidak berlebihan.

Wayan Gatra selaku Kadisperindag Pemerintah Kota Denpasar, yang hadir sebagai salah satu pembicara dalam forum ini mengatakan bahwa mengkonsumsi minuman beralkohol bukanlah sesuatu yang buruk sepanjang bisa mengatur takarannya, segala sesuatu akan memberikan efek yang buruk apabila dilakukan secara berlebihan. Memberikan edukasi kepada masyarakat agar bijak dalam mengkonsumsinya menjadi sesuatu yang sangat penting.

“sepanjang masyarakat bisa mengatur takarannya tidak akan menjadi masalah, jangankan minum minuman beralkohol minum air putih kalo berlebihaan orang bisa mabuk . Oleh karena itu edukasi sangat penting.” jelasnya.

Dendy Borman selaku Corporate Relation Director Diageo mengatakan pengendalian prilaku konsumsi minuman beralkohol kepada konsumen hanya bisa dilakukan apabila regulasinya yang mengaturnya mendukung.

Kontrol konsumen itu hanya bisa dilakukan apabila regulasi requirementnya mendukung, seperti misalnya di Inggris mengatur tempat-tempat yang boleh minum, kalo ketahuan minum di tempat yang dilarang maka akan didenda. Dan juga bagi penjual, tidak boleh menjual kepada orang yang masih di bawah umur, apabila ketahuan maka akan dikenai denda,” paparnya.

Berbagai pandangan dan usulan terkait bagaimana cara-cara yang efektif agar sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bijak dalam mengkonsumsi minuman beralkohol dikemukakan dalam forum tersebut. Baik dengan cara-cara yang formal maupun nonformal.

Penting dan mendesak ada tindak lanjut pembahasan yang lebih serius lagi yang melibatkan pihak-pihak pengambil kebijakan yang mengatur minuman beralkohol, termasuk bagaimana agar minuman tradisional dapat diakomodir di dalam peraturan tersebut.

Khususnya di Bali bagaimana agar minuman tradisional Arak Bali dapat dilegalkan karena menjadi bagian dari tradisi dan budaya yang memiliki nilai heritage yang perlu dilestarikan.

Previous TNI-Polri, KPPS Dan Linmas Gelar Apel Bersama
Next Polemik Bantuan Desa Pekraman di Bali, Ini Kajian dan Catatan Dr. Sudjana Budhi

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *