Pastika Maju DPD RI Mengawal Bali Mandara


Denpasar, suryadewata.com
I Made Mangku Pastika yang kini Gubernur Bali mendaftarkan diri maju daftar Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Republik Indonesia (RI) Daerah Pemilihan (Dapil) Bali Tahun 2019 yang diantarkan ratusan pendukung ke KPU Bali.

Mangku Pastika membawa tagline “Mengawal Bali Mandara”.

Selain itu salah satu kandidat bakal calon DPD RI I Gede Putu Satwika juga menyatakan mundur, justru mendukung Mangku Pastika untuk DPD RI.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika daftar ke KPU Bali, diantar pendukungnya, diterima oleh Tim KPU Bali oleh Ni Wayan Widhiastini, Wayan Jondra dan Wiratni.

Sedangkan Mangku Pastika didampingi Ketut Ngastawa dan beberapa lainnya.

Setelah proses verifikasi, dukungan terhadap Mangku Pastika 2.417 dukungan KTP. Dari 3.080 dukungan yang disetor. “Namun ada 15 ribu dukungan yang tidak diverifikasi, karena waktu. 15 ribu ini dukungan lanjutan,” jelas Ngastawa.

Sedangkan Gubernur Mangku Pastika usai peroses pendaftaran mengatakan, bahwa proses pendaftaran ini lanjutan setelah dilakukan verifikasi factual terhadap dukungan.

Dia juga mengharapkan jajaran pendukung, senior dan lainnya bersungguh – sungguh mengawal proses pemenangan.

“Dan kami memang menggunakan tagline Mengawal Bali Mandara. Artinya sebuah dambaan bahwa Bali bisa maju, aman, damai dan sejahtera (Bali Mandara),” jelas Pastika.

Baginya tantangan bagi Bali sangat tinggi. Dikancah lokal ataupun di kancah nasional ataupun global.

Bagaimana Bali bisa tetap eksis, mempertahankan adat, budaya, agama dan alamnya.

“Ini yang mesti nanti diperjuangkan, secara nasional dengan wakil – wakil Bali. Misalnya saya terpilih, akan menjadi fokus perjuangan. Dan saat ini kewenangan DPD RI meningkat, ada kewenangan verifikasi Ranperda dan Perda,” kata Mantan Kapolda Bali dan Kalahar BNN ini.

Dia juga mengatakan, juga akan mengawal proses revisi UU nomor 64 tahun 1958 tentang Bali, NTB dan NTT.

Baginya gerakan untuk bisa ada UU tentang Bali, menjadi kewajiban bersama untuk bisa direvisi.

“Ini menjadi kewajiban bersama, bagaimana nanti bisa direvisi UU nomor 64 tahun 1958 ini,” kata Gubernur Bali aktif ini.

Bahkan posisi strategis DPD Bali bukan panggung pemenuhan hidup tetapi perjuangkan daerah dalam memajukan daerah menuju Bali Mandara.

Untuk itu, dibutuhkan calon DPD yang memiliki kemampuan yang mampu mewujudkan cita-cita tersebut. Serta mempersatukan tokoh-tokoh Bali yang ada di nasional.

Sedangkan menurut Anggota KPU Bali NI Kadek Wiratni, proses pendaftaran sudah berjalan untuk Made Mangku Pastika. Selainjutnya aka nada kekurangan yang belum masuk, bisa ditambahkan. Misalnya mesti ada surat dari Pengadilan Negeri, terkait nama karena Mangku Pastika awalnya bernama Made Mangku, kemudian ada penambahan Pastika tahun 1984 menjadi I Made Mangku Pastika. “Nanti setelah diverifikasi, baru akan disampaikan kekurangannya. Itu bisa ditambahkan surat keterangan dari Pengadilan,” kata Wiratni.
Setelah proses pendaftaran lagi aka nada verifikasi, namun verifikasi kelengkapan administrasi. “Nanti setelah pendaftaran ada verifikasi terhadap berkas administrasi,” jelasnya.
Untuk kemarin, ada 4 yang mendaftar pertama adalah Nengah Suardiana, kemudian Sriwati, Dewa Suamba Negara dan Mangku Pastika. “Besok (hari ini) terakhir, jika tidak daftar secara otomatis gugur,” tegas Wiratni.

Previous MPLS Hari ke 2 di SMP PGRI 3 Denpasar Diikuti 418 Siswa
Next Warga Serbu Pasar Murah Pada Pembukaan TMMD Ke 102 Kodim 1617 Jembrana

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *