PENUTUPAN MPLS SMK PGRI 3 DENPASAR DIGELAR DI HOTEL NIKKI.


Senpasar, suryadewata.com
MPLS yang diselenggarakan mulai dari tanggal 9 sampai 11/7/ 2018 telah berahir.  SMK PGRI 3 Denpasar dalam penutupan MPLS digelar di Hotel Nikki pada hari Kamis tanggal 12/7/2018.
Acara berjalan dengan meriah dihadiri staf pengajar, pegawai dan siswa.

SMK PGRI 3 Denpasar sebagai sekolah berbasis pariwisata pada penerimaan siswa baru tahun ajaran ini telah mencapai target mendapat siswa berjumlah 794, ini tidak terlepas dari panilaian masyarakat baik dari kwalitas tenaga pendidik yang handal maupun sarana prasarana yang memadai menghasilan siswa yang siap bekerja dan bersaing sesuai dengan jurusanya.

Ketua YPLP Provinsi Bali Dr. Made Suada M.M, M.Si menjelaskan saya sangat mengapresiasi bahwa SMK PGRI 3 sangat luar biasa nyatanya mampu menyelenggarakan ini Hotel Nikki itu sebgai aplikasi MPLS bahwa pengenalan siswa kepada pariwisata juga karena SMK berbasis pariwisata siswa secara langsung bisa melihat dan belajar semua aktivitas / pekerjaan hotel.

Aktivitas hotel sangat komplek ada yanh bersifat negatif seperti judi, perempuan, alkohol bisa membawa siswa  kearah kehancuran itu yang harus dipahami siswa. Diharapkan siswa mampu menjadi generasi yang tangguh. Dalam lingkungan diluar sekolah  banyak pesaing dengan modal dan kemampuan yang mendukung itulah tantangan luar biasa bagi siswa untuk itu siswa harus tetap exis dengan bekajar keras ….. ucapnya tegas.

Sementara Kepala Sekolah SMK  PGRI 3 Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana M.M mengatakan senang didatangi awak media tanpa ada media tidak diketahui masyarakat ….selorohnya.

Dalam penutupan MPLS ini yang dimulai dari tanggal 9/72018 di sekolah sudah berjalan baik dan dalam MPLS ini berkomitmen mengikuti Permen no 18 tahun 2016 yaitu perubahan dari MOS menjadi MPLS. MOS masih berbau kekerasan maupun balas dendam tetapi di MPLS murni memperkenalkan siswa siswa dsngan lingkungan belajar selanjutnya.

Dalam penyelenggaraan MPLS harus bebas kekerasan ahirnya saya berpikir membuat ” IKRAR ANTI KEKERASAN ,” diucapkan ditempat yang istimewa Hotel Nikki kita ucpakan ikrar yang diikuti semua siswa dan perwakilan OSIS kelas 11 dan 12 artinya ikrar itu diucapkan oleh seluruh siswa SMK PGRI 3 Denpasar.

Tidak cukup hanya dengan ucapan tetapi harus dilaksanakan dan guru sebgai pengawas disekolah apakah kekerasan sudah tidak terjadi disekolah. Kalaupun kekerasan itu masih terjadi jika bisa ditangani pihak sekolah ya ditangani tetapi bila tidak bisa ditangani sekolah dan menyebabkan masyarakat resah kita serahkan kepada pihak berwajib.

Dalam kesempatan ini Madiadnyana  ijin kepada Yayasan PGRI Provinsi mengusulkan agar semua sekolah dibawah PGRI melaksanakan ikrar   ” ANTI KEKERASAN. “

Acara ini dilaksanakan dihotel karena merulakan lingkungan sekolah siswa pariwisata, nantinya selama 6 bulan siswa akan praktek di hotel. Siswa akan mengenali lingkungan dan kalau dari segi biaya kita sesuikan kalaupun tidak ada biaya ya jangan itu kemauan. Ini yang menjadi klarifikasi agar jangan ada kesan wah ataupun hura-hura. Ini masih dalam ruang lingkup lingkungan pendidikan sekolah SMK….tegasnya

Saya mengucapkan terimaksih kepada semua sekolah SMP dan orang tua siswa yang sudah memberi perhatian menyekolahkan anaknya di SMK PGRI 3 Denpasar ini……ucap Mandiadnyana (yut)

Previous Polres Bangli Gelar Nonton Bareng Piala Dunia Di Gedung Sasana Bhayangkara
Next Ke Tasikmalaya, Menteri Rini Pastikan Rumah Tangga Kurang Mampu Bisa Menikmati Listrik

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *