Nunas Dalam Rangka Ngaben Massal Berlangsung Khusuk Sempat Terbayang Bayang Erupsi Gunung Agung


Amlapura, suryadewata.com
Ngaben massal di Banjar Geriana Kangin kemarin memasuki tahap nunas (atau menjemput sang roh yang sudah meninggal untuk di Aben). Prosesi nunas sendiri dilakukan di Pura Dalem Geriana Kangin.

Rombongan berangkat dari Balai Banjar Geriana Kangin dan Balai Banjar Darma Sila Geriana Kangin. Ngaben massal kali ini merupakan ngaben gabungan dari beberapa banjar adat di Geriana Kangin. Dengan melibatkan 45 sawa. Selaian Ngaben juga dilalukan upacara Ngelunggah, Ngeroras dan juga mendak nuntun.

Sementara itu prosesi Nunas dilakukan dengan mepeed dari Banjar Geriana Kangin menuju Pura Dalem dengan jarak sekitar 500 meter dengan berjalan kaki. Ini dilakukan mulai pukul 13.00 wita.

Ratusan Puspa atau sekah yang nantinya untuk nunas sang Roh diarak dari Balai Banjar menuju Pura Dalem dengan diiringi gambelan Bale Ganjur. Ngaben massal kali ini adalah yang kedua kali dilaksanakan Desa adat Geriana Kangin. Kedepan direncanakan Ngaben massal akan digelar setiap lima tahun sekali.

Menurut Ketua Panpel yang juga kelian banjar Geriana Kangin Nyoman Merta menjelaskan
ngaben massal ini dilakukan untuk membantu warga yang tidak mampu. Karena Ngaben sendiri memerlukan biaya cukup besar. Apalagi dilaksanakan di rumah masing masing bisa menelan biaya sampai Rp 100 juta. dengan dilaksanakan di Banjar secara bersama sama maka biaya bisa ditekan dementara proses Ngaben bisa dilaksanakan sesuai ketentuan. “Cara ini jelas mengirit biaya namun tetap tidak mengurangi makna Ngaben itu sendiri,” ujarnya.

Puncak Ngaben sendiri akan dilakukan 17 Juli mendatang. Sedangkan persiapan awal dimulai 20 Juni lalu dengan diawali Nancep Tetaring. Sementara prosesi mebersih akan dilakukan 16 Juli. Untuk prosesi Nunas juga dilakukan prosesi nundunin di Setra tempat penguburan.

Ngaben massal ini tidak luput dari bayang bayang erupsi Gunung Agung. Maklum Geriana Kangin sendiri masih zona bahaya II dengan jarak sekitar 10 km dari kawah Gunung Agung. Saat terjaadi letusan 2 Juli lalu warga sempat berhamburan keluar. Mereka juga was – was karena sedang melakukan persiapan Ngaben. Mereka khawatir kalau Gunung Agung erupsi besar dan warga di minta mengungsi.

Pada awal Gunung Agung meletus warga Geriana Kangin, Desa Duda Utara, Selat ini sempat di evakuasi dan minta desa dikosongkan karena saat itu Gunung Agung ada pada level IV. sementara saat Hujan Pasir dua hari lalu Geriana kangin juga terpapar. Namun demikian warga berharap Gunung Agung tidak erupsi keras sehingga aktifitas masih jalan. (*)

Previous ISKCON Yakini Agama Ciptakan Bahagia, Polda Bali Apresiasi Kerukunan Pulau Dewata
Next ISKCON-PKP Bali; Perkuat Keutuhan NKRI Jaga Kerukunan

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *