Cegah Kemiskinan Dampak Bencana


Denpasar, suryadewata.com
Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR)/ Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) Agung Putri Astrid mengantisipasi kemiskinan akibat dampak bencana.

“Untuk itu, antisipasi kebencanaan agar menjadi prioritas pembangunan nasional dengan melalukan langkah pencegahan secara terkoordinir dan terintegrasi,” kata Astrid di Denpasar, Senin (23/7).

Hal itu disampaikan ketika sosialisasi dikemas dalam bentuk talkshow interaktif dengan topik “4 Pilar Kebangsaan dalam Penanganan Kebencanaan” di Universitas Warmadewa (Unwar).

Pada kesempatan itu juga melakukan deklarasi relawan mahasiswa tanggap bencana dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Pesemetonan Mahasisya Hindu Dharma (PMHD) Unwar.

Menurutnya, bencana yang paling membahayakan ketika masyarakatnya tetap miskin, apalagi tidak mendpatkan pendidikan yang pantas.

“Kemiskinan masih menjadi bencana laten yang belum mendaptkan solusi hingga saat ini,” ujarnya.

Disamping bencana alam yang memang harus sigap mendaptakan penanganan tidak saja ketika fase tanggap darurat.

Namun ketika fase pencegahan, dalam menyiapkan kesigapan masyarakat seluruh komponen menghadapi bencana.

“Sejatinya resiko bencana ada dimana-mana, maka solusinya selalu siap,” ujarnya.

Secara khususnya, penanganan erupsi Gunung Agung, apabila kembali terjadi dimana hingga saat ini masih Status Siaga (level III).

Infrastruktur juga agar dipenuhi sehingga meminimalisir korban jiwa dan kerugian benda dan material lainnya.

Disamping adanya dukungan penuh dari masyarakat, pemrintah dan pemrintah terkait.

Hal itu yang telah dilakukan oleh Pasemetonan Jagabaya (Pasebaya) Gunung Agung Bali yang mendedikasikan diri dalam memberikan informasi perkembangan aktivitas gunung secara berkelnajutan dengan melibatkan relawan ribuan orang.

Sementara itu, Ketua Pasebaya Agung I Gede Pawana menambahkan, pihaknya memberikan informasi perkembangan Gunung Api Agung dengan pembiayaan secara swadaya.

Informasi tersebut dikelola dengan baik input dan outputnya untuk mencegah adanya berita bohong (hoax) yang meresahkan masyarakat.

Dampak informasi itu juga dapat mempengaruhi perekonomian Bali yang mengandalkan pariwisata.

Untuk itu, pihaknya mengajak peran anak muda, khususnya relawan mahasiswa ikut mencegah penyebaran hoax Gunung Agung. (ART)

Previous Bagus Sudibya; Optimis Ekonomi Indonesia Membaik
Next Penegakan Hukum Tak Tegas, Lemahkan Daya Saing Pengusaha Transportasi Lokal

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *