Simantri Bali Mandara Percepat Pembuahan Terapkan Inokulum Mikrobra


Denpasar , suryadewata.com
Unit Pelaksana Teknis (UPT). Petanian Terintegrasi (Simantri) Bali Mandara menerapkan teknologi Inokulum Mikroba untuk peremajaan tanaman, mempercepat pembuahan, perbanyakan secara vegetatif dan peningkatan hasil produksi.

“Kami sudah bekerjasama dengan kelompok ahli pertanian pusat dalam menghasilkan teknologi berupa inokulum mikroba,” kata Kepala UPT Simantri Bali Mandara I Wayan Sunada S.P., M.Agb Di Denpasar, Sabtu (28/7).

Hal itu sebagai bentuk tindak lanjut dari pertemuan bersama Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa SH, MH pada 8 Juli 2018 mengenai pengembangan teknologi untuk peningkatan hasil pertanian.

Menurutnya, Inokulum Mikroba ini dalam perbanyakan vegetatif tanaman seperti jambu biji, jambu air, srikaya, jeruk bali, durian, jeruk siem kintamani, dan hasilnya sangat bagus, hanya memerlukan waktu 11 hari, stek tanaman dengan perlakuan inokulum mikroba sudah tumbuh.

Dengan perbanyakan tanaman secara vegetatif ini memiliki beberapa kelebihan antara lain; (1) Tanaman memiliki sifat yang sama dengan indukannya, terutama pada bentuk buah, warna, dan rasa. (2) Tanaman stek dapat kita tanam pada tempat dengan permukaan tanahnya yang dangkal, karena tanaman stek memiliki akar tunggang. (3) Perbanyakan tanaman buah menggunakan metode stek merupakan perbanyakan yang sangat mudah dan praktis. (4) Stek bisa dikerjakan dengan cepat, mudah, murah dan juga tidak memerlukan tekhnik khusus seperti halnya dengan metode mencangkok dan juga okulasi.

Selain itu, perbanyakan tanaman secara vegetatif menggunakan inokulum mikroba, pihaknya juga sudah menyiapkan lahan demplot cabe rawit perlakuan organik menggunakan pupuk organik Simantri ditambah dengan inokulum mikroba dan pupuk cair agensia hayati yang kami laksanakan di Festival Subak Kabupaten Karangasem di Desa Bugbug.

Perlunya edukasi budidaya yang baik ke petani maupun masyarakat agar hasil produksi cabe dapat meningkat dan mengurangi resiko terkenanya hama maupun penyakit.

Dengan perlakuan organik plus inokulum mikroba ini diharapkan dapat menjawab tantangan masyarakat dimana semakin menurunnya produksi cabe dikarenakan adanya serangan hama dan penyakit.

Demplot cabe rawit sehat ini bekerjasama dengan tim teknis Simantri Kabupaten Karangasem dimana perawatan demplot ini juga langsung dikoordinir oleh para pendamping Simantri yang bertugas di Kabupaten Karangasem.

Hal tersebut bertujuan agar para pendamping simantri nantinya dapat menyebar luaskan teknologi aplikatif ini ke kelompok Simantri dampingan mereka masing-masing.

Dan dalam waktu dekat, aplikasi teknologi inokulum mikroba ini juga akan dicoba pada tanaman buah yang sudah tidak produktif, sehingga nantinya tanaman yang tidak produktif bisa diremajakan kembali hingga menghasilkan produksi kembali.

Dimana dengan teknologi pemerajaan kembali, petani dapat mengurangi biaya dalam hal pembelian bibit baru untuk pengganti tanaman yang kurang produktif dan tidak menunggu hasil produksi yang lama kembali.

Selain dalam hal pemerajaan tanaman, inokulum mikroba ini dapat mempercepat pembungaan tanaman, sehingga kita dapat mengatur produksi diluar musimnya.

Tidak lagi terjadinya over produksi yang mengakibatkan harga jual murah.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengatur masa panen disetiap daerah di Bali dengan proses produksi diluar musim menggunakan inokulum mikroba ini.

“Tentunya aplikasi teknologi dengan inokulum mikroba ini perlu kita coba terlebih dahulu, jika sudah terbukti dengan hasil yang diharapkan baru kita bisa terapkan lebih banyak ke masyarakat luas sehingga dapat menjawab tantangan di masyarakat,” tutupnya. (*)

Previous Disebut Dalam Surat Dewan Pers, Ini Tanggapan Dewan Pengawas IMO-Indonesia
Next Bertemu Koster di Rumah Transisi, Pastika Beri Masukan Percepatan Infrastruktur

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *