Cara Sejahterakan Petani, Masyarakat Diajak Gemar Makan Sayuan dan Buah


Denpasar , suryadewata.com
Kepala Dinas Tanaman Pangan , Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengajak masyarakat gemar memakan sayuran dan buah-buahan.

“Apabila masyarakat gemar makan sayuran dan buah-buahan lokal memastikan hasil pertanian Bali laku di pasaran,” kata Wisnuardhana di Denpasar, Minggu (29/7).

Hal itu diungkapkan ketika hari terahir Festival Agribisnis ke 7 tahun  2018 yang dirangkaikan dengan makan buah bersama di Lapangan Niti Mandala Renon Denpasar.

Masyarakat nampak antusias mengunjungi stand pameran maupun berbelanja barang-barang pameran.

Menurutnya, pola makan masyarakat yang tergantung pada hasil pertanian lokal diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan pada petani.

Untuk itu, masyarakat diharapkan mengutamakan pembelian produk-produk tersebut, karena kualitas hasil pertanian Bali tidak kalah dengan luar daerah.

Oleh karena, Bali sebagai daerah wisata juga biasa melayani permintaan hotel dan resturant yang memiliki target pasar kepada para wisatawan.

Selain itu, gemarnya kebiasaan makan sayuran dan buah-buahan mendukung hidup sehat dan mencegah terserang penyakit-penyakit kronis.

Bahkan beberapa produk petani Bali sudah mendapatkan sertifikat organik yang memastikan hasil pertaniannya tidak mengandung zat-zat komia.

Pada kesempatan itu, ajang yang paling tepat promosi hasil pertanian  Bali serta memudahkan konsumen mengetahui produk unggulan masing-masing daerah.

Sementara itu, Pengelola Unit Pengolahan Hasil Subak Bengkel Kediri Tabanan Pande Putu Widya Patamarta mengaku sedang berupaya memperkenalkan beras hitam kepada masyarakat.

“Manfaat beras hitam jauh lebih bagus dari beras merah, apalagi dari beras putih,” ujarnya.

Untuk itu, beras hitam  mengandung antioksidan yang baik cocok bagi penderita Diabetes.

Pengembangan beras hitam hanya dijual dengan harga Rp30.000 per kilo masih terbatas, mengingat permintaan pasar masih minim.

“Kami baru bisa tanam lima hektare dari lahan tersedia sebanyak 300 hektare,” ujarnya.

Bahkan dengan pengembangan beras hitam di daerah Tabanan Selatan mampu bangun brand baru kabupaten karena Tabanan Utara dikenal sebagai penghasil beras merah. (ART)

Previous Miss World University Kunjungi Bali
Next Kodim Gianyar Terlibat Dalam Kegiatan Simulasi Gulbencal

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *