Gubernur Baru Koster-Ace Segera Rampungkan Program Legislasi


Denpasar , suryadewata.com
Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih, I Wayan Koster dan Tjokorda Oka Ardana Sukawati setelah dilantik akan segera merampungkan program legislasi untuk memperkuat posisi Bali sebagai sebuah Provinsi.

“Program yang akan segera kami buat adalah dibidang legislasi seperti pembentukan peraturan perundang-undangan untuk memayungi sejumlah kebijakan yang akan dijalankan di Provinsi Bali,” kata Koster usai pengumuman hasil penetapan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali terpilih oleh KPU Bali di Kantor DPRD Provinsi Bali, pada Senin (30/7).

Lebih lanjut, Koster menuturkan telah membentuk tim legislasi yang bertugas membuat sejumlah peraturan perundang-undangan, yaitu Undang-Undang tentang Provinsi Bali untuk merevisi UU nomor 64 tahun 1958 tentang pembentukan daerah tingkat I Bali, NTB dan NTT.

“Itu komitmen yang saya janjikan pada saat kampanye yang segera akan saya wujudkan dan tim ini akan menyusun naskah akademiknya,” tuturnya.

Dikatakannya, tujuan revisi diantaranya supaya Bali, NTB dan NTT yang dulunya dibentuk dalam satu undang-undang, selanjutnya bisa membangun dan menyelenggarakan pemerintahannya dengan undang-undang tersendiri. Lanjut Koster, diharapkan UU tersebut akan menjadi payung hukum besar untuk membangun Bali kedepan.

Selain itu, kata dia, program legislasi berikutnya adalah merevisi peraturan daerah nomor 3 tahun 2001 tentang desa pakraman. Tujuannya supaya desa pakraman di Bali secara keseluruhan menjadi lebih kuat sesuai perkembangan  dan kebutuhan zaman yang ada saat ini.

Menurut Koster, desa pakraman menjadi pilar utama dalam menjaga Bali dalam membangun adat istiadat, tradisi, seni dan budaya Bali. Disamping itu, sejumlah program yang akan diterapkan dalam waktu dekat, yakni dalam APBD perubahan akan memberikan WiFi gratis untuk sejumlah desa adat yang akan ditempatkan di wantilan desa setempat.

Ketua DPRD Provinsi Bali, I Nyoman Adi Wiryatama berharap kepada pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur yang baru agar segera bisa bekerja karena menurutnya sudah ada rumah transisi sebagai tempat menyusun program-program yang akan segera direalisasikan.

Adi Wiryatama mengatakan dirinya sepakat agar aturan-aturan yang telah usang agar segera diselesaikan, seperti pembentukan Provinsi Bali yang sudah disusun pad tahun 1958. “Bila Bali tanpa frame UU tersebut, maka Bali tidak akan bisa berbuat apapun di kancah nasional. Selain itu, yang akan kita perbaiki, yaitu terkait Perda desa pakraman, akan menjadi prioritas supaya ada dasar hukumnya,” terangnya.

Sementara itu, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika mengatakan masyarakat berharap siapapun kedepan yang menjadi pemimpin supaya Bali semakin maju, aman, damai dan sejahtera. Karena menurutnya ditengah-tengah dinamika lingkungan strategis, baik global, regional maupun nasional semuanya akan berubah.

“Perubahan itu memerlukan manajemen strategis. Tidak mudah memang menghadapinya. Saingan Bali ini kedepan semakin banyak, karena daerah lain sudah mulai mengembangkan destinasinya. Dulu turis Cina numplek ke Bali, sekarang sebagian sudah ke Manado karena sudah ada flight langsung. Jadi semua akan berubah,” paparnya.

Pastika mengungkapkan saat ini di Rumah transisi sedang digodok mengenai anggaran oleh Gubernur baru, Sekda, Bappeda dan pejabat lainnya, namun nantinya juga harus mendapat persetujuan dari DPRD Provinsi Bali.

“Perencanaan sekarang mulai intensif dibuat. Saya harapkan juga Gubernur, wakil gubernur dan pejabat dibawahnya agar rajin-rajin melihat kebawah,” harapnya.

Terkait persiapan IMF-World Bank annual meeting, ia mengatakan walaupun Bali sebagai tuan rumah, namun sudah ada panitia nasional yang mengatur seluruh kegiatan selama acara berlangsung.

“Apa yang diminta panitia nasional, itulah yang kita laksanakan. Dari Dinas Kebudayaan menganggarkan Rp 1 milyar untuk mendukung acara tersebut, misalnya untuk membuat pawai, menampilkan tari-tarian, handicraft dan sebagainya. Bali harus mendapatkan manfaat yang sebesar-sebesarnya disamping PHR dari hotel,” ujar Pastika

Previous Gubernur Bali Pastika Minta Koster-Ace Tak Andalkan Data BPS
Next Wabup Sanjaya Raih Doktor di IHDN Lulus Dengan Predikat Cum Laude.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *