Nyoman Suwirta ; Nusa Penida Masalah dan Solusi


Denpasar, suryadewata.com
Dalam acara Temu Wirasa Semeton Nusa Penida Purantata yang diselenggarakan di Wantilan, Gong Perdamaian, Desa Wisata Kertalangu, Kesiman, Denpasar, pada Minggu 29 Juli 2018 Nyoman Suwirta Calon Bupati Klungkung terpilih untuk kedua kalinya mengatakan diperiode pertama menjadi Bupati Klungkung melaksanakan program bedah desa melakukan langkah-langkah inventarisasi data baik menyangkut infrastruktur, kemiskinan, pendidikan dan kesehatan.

Periode kedua tinggal melihat apa yang dibutuhkan masyarakat dari data oeriode pertama yang berhubungan dengan program kerja atau visi dan misi. ” Apa yang dibutuhkan masyarakat itulah program kerja saya ” ……… ucapnya tegas

Program Ambulan Laut yang juga berfungsi mengawasi tamu yang ada ditengah laut termasuk antar jemput tamu.

Untuk pasien yang sakit tinggal dirumah pada saat bedah rumah sudah disiapkan Ambulan Home Care.

Yang tidak kalah penting Enterprener masuk desa apa yang terjadi dalam pembangunan kunci utamanya pola pikir. Pola pikir masyarakat yang tidak bisa memahami dan hanya bisa menuntut ini harus berproses dimulai dari anak-anak muda kita bentuk dan arahkan mereka dan perlu proses.

Untuk itu sudah disiapkan dua aplikasi yaitu aplikasi untuk anak muda dalam bentuk bermacam-macam komunitas dikelompokan hobinya dibuatkan suatu aplikasi.
Sedang yang kedua aplikasi tentang jumlah penduduk Klungkung walaupun sudah ada di Dikcapil dan BPS tetapi terjadi selisih yang luar biasa karena ada perbedaan antara jumlah penduduk Klungkung sehingga akan dibuat aplikasi untuk menyempurnakan. Akan dikumpulkan Kadus dan Kepala Desa secepatnya agar tahun 2019 sudah selesai semuanya berbarengan dengan bedah rumah, sehingga tahun 2020 berapa perlu dana selesai pula. Kita tidak mau dari tahun ke tahun terus memikirkan bedah rumah maupun rehab rumah selain akan menjadi presentasi buruk bila dibiarkan  menggelinding begiti saja tetapi saya harus ambil langkah tegas apabila ada terbukti maka akan dilakukan sangsi kepada Kadus atau Kepala Desanya…tegasnya.

Terkait Infrastruktur sudah mengajukan proposal langasung ke.Presiden mudah-mudahan direspon juga sudah menemui  Menteri Pariwisata agar potensi Nusa Penida yang sudah menjadi Kawasan Konservasi Perairan bisa dipelihara jangan hanya dibuatkan SK tetapi anggaranya tidak maksimal.

Masalah sumber air  sebenarnya debit air  yang ada kebih dari cukup tinggal sekarang tinggal.menambah mesin pompamdan reserpoir dan infrastruktur air.

Dijelaskan pula rumput laut sudah ditegaskan kepada Dinas Pangan dan Kelautan melakukan uji coba kajian akademik terkait rumput laut. Panen pertama berhasil dengan sistim jaring sedang panen sekarang ada kesimpulan rumpit laut mati karena pariwisata. Kita ingin ada kesimpulan rumput laut mati karena apa jangan semua dipukul rata yang membuat masuarakat tidak mau menjadi petani rumput laut lagi. Mohon jangan saling menyalahkan antar pariwisata dengan letani rumput laut. Sekarang masih diteliti hasil uji cobanya.

Suwirta juga menjelaskan masih banyak masyarakat yang membuang limbah kelaut. Ditegaskan kepada Dinas Perijinan dan PTSP untuk melakukan evaluasi dan mohon ijin kepada masyarakat untuk melakukan oenertiban ijin secara perlahan – lahan karena mereka sidah berinvestasi jangan sampai karena lambat melakukan pembinaan dan penataan.

Kecepatan investasi di Klungkung jauh lebih cepat dari perencanaan sehingga pariwisata Nusa Penida berkembang lebih cepat dibandingkan penyiapan infrastrukturnya…… tutup Suwirta

Previous Gelar Diklatpim II, Gubernur Pastika Harap Aparatur Sipil Negara Mampu Tumbuh Kembangkan Nilai Keharmonisan
Next Kasus Pembuang Bayi di Mengwi Diduga Terencana

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *