Tak Bermaksud Diskriminasi, Klarifikasi Loker Non Hindu


Denpasar , suryadewata.com
Warga Abiansemal Kabupaten Badung, Ni Kadek Ariastini melalukan klarifikasi atas iklan lowongan kerja (Loker) yang diunggah di media sosial (medsos) kepada seluruh umat Hindu.

“Saya tidak ada maksud melakukan  diskriminasi terhadap umat Hindu, tapi hanya semata-mata hanya untuk mencari patner Sales Promotion Girls (SPG) di sebuah pertokoan di Denpasar,” kata Ariastini di Denpasar, Rabu (1/8).

Hal itu disampaikan usai memenuhi pemanggilan dari PHDI Bali di Kantor PHDI Badung.

Status tersebut berbunyi “Dibutuhkan segera spg untx penempatan di tiara gatzu..diutamakan non hindu yaa Yg berminat silahkan hubungi no wa ….”.

Ia mengatakan, pihaknya menulis iklan itu hanya mencari patner beda keyakinan agar bisa bergantian mengambil libur (cuti) pada hari Raya Suci, biasanya bekerja shift pagi (08.00-15.00 Wita) dan malam (19.00-22.00 Wita).

Dengan penuh kesadaran meminta maaf, iklan yang diunggah atas inisiatif dirinya sendiri tanpa ada permintaan dari orang lain.

“Peristiwa ini akan menjadi pembelajaran dalam hidup dan saya tidak akan mengulangi lagi,” ujarnya.

Pada kesmepatan itu, Ia mengakui pengunggahan iklan tersebut terpaksa dihapus setelah mendapatkan banyak respon.

Namun isi komentar tersebut, pihaknya tidak mengetahui lebih detail karena tidak dapat membaca komentarnya.

“Saya pikir lebih baik hapus, daripada memperpanjang masalah,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I Bidang Lembaga dan Oeganisasi PHDI Bali Wayan Pasek Sukayasa menambakan, pihaknya melakukan pemanggilan untuk mendapatkan klarifikasi dari yang bersangkutan.

Oleh karena iklan tersebut mendapatkan respon dalam medsos.

Untuk itu, sikap pemanggilan itu diharapkan mengantisipasi keruhnya suasana yang berkaitan dengan Suku Ras Agama dan Antar golongan (SARA).

Oleh karena, isu SARA begitu sensitif apabila dibiarkan beredar dalam masyarakat, dikawatirkan dapat mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Apalagi Bali sebagai daerah pariwisata, keamanan dan rasa aman agar tetap dijaga.

“Saya harap masyarakat tetap menggunakan teknologi medsos dengan hati-hati dan tidak menyinggung SARA,” tutupnya. (ART)

Previous Paman Ajak Keponakan Bisnis Narkoba, Keduanya Di Bekuk Bersamaan
Next AA. Gde Agung : Kretiria Yang Harus Dimiliki Anggota DPD

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *