Bagus Sudibya; Kendalikan Stabailitas Politik Majukan Perekonomian


Denpasar , suryadewata.com
Praktisi Pariwisata Bagus Sudibya mengharapkan negara agar mengendalikan stabilitas politik nasional untuk mendukung stabilitas perekonomian.

“Untuk itu, kesejahteraan masyarakat agar diperhatikan, sehingga tidak terjadi ketimpangan antara yang kaya dengan si miskin,” kata Sudibya di Denpasar, Senin (6/8).

Menurutnya, kondisi politik nasional maupun global besar mempengaruhi pertumbuhan ekonomi baik secara makro dan mikro.

Pengaruhnya mampu merubah suatu kebijakan politik di suatu negara atau wilayah akan dapat menimbulkan dampak besar pada sektor keuangan, bisnis dan perekonomian negara atau wilayah tersebut.

Risiko politik umumnya berkaitan erat dengan pemerintahan serta situasi politik dan keamanan di suatu negara atau wilayah.

Apalagi akan menyenggelagaran pesta demokrasi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2019.

Selain itu, kinerja sistem ekonomi-politik sudah berinteraksi satu sama lain, yang menyebabkan setiap peristiwa ekonomi-politik tidak lagi dibatasi oleh batas-batas tertentu.

Maka dari itu, perhelatan International Monetary Fund (IMF) –  World Bank Group (WBG) dapat dijadikan momentum besar dalam mesejahterakan masyarakat Indonesia, khususnya Bali.

Pertemuan itu, sebagai bentuk kehormatan bangsa Indonesia, khususnya Bali yang dipercayakan sebagai tuan rumah.

Hal itu sebagai bentuk bukti, bahwa Indonesia memiliki stabilitas politik yang baik.

Oleh karena IMF dan Bank Dunia, atau bahkan para investor asing mempertimbangkan peristiwa politik suatu negara dan lebih merefleksikan kompromi-kompromi antara kekuatan politik nasional dan kekuatan-kekuatan internasional.

“Tiap pembentukan pola bisnis juga senantiasa berkait erat dengan politik,” ujarnya.

Disamping itu, pemerintah agar mendukung para pengusaha membuka lapangan pekerjaan baru, sehingga mengurangi pengangguran.

Dengan demikian, regulasi agar diatur dan dilaksanakan dengan baik, penindakan tidak tumpang tindih.

Begitu juga, pemilihan investor agar lebih selektif sehingga tidak merugikan sepihak, namun ada komitmen mendukung pembangunan nasional secara utuh tanpa meninggalkan nilai-nilai luhut bangsa Indonesia. (ART)

Previous Pimpin Apel Disiplin Terakhir, Gubernur Pastika Mohon Pamit
Next Cetak SDM Pariwisata Berkualitas, PIB Kelas Internasional Pertama di Bali

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *