Cetak SDM Pariwisata Berkualitas, PIB Kelas Internasional Pertama di Bali


Tabanan ,suryadewata.com
Politeknik Internasional Bali (PIB) menjadi perguruan tinggi berkelas internasional swasta pertama di Pulau Dewata.

Standard yang ditetapkan mengharapkan melahirkan sumber daya manusia (SDM) pariwsata yang bersaing ke dunia internasional dilengkapi dengan kemampuan kearifan lokal Bali khususnya.

“Dalam mewujudkan hal ini, kami memberikan pembekalan mahasiswa baru untuk menyamakan mindset (pola pikir) dan karakter yang berasal dari berbagai latar belakang,” kata Direktur PIB Prof Sulistyawati di Tabanan, Senin (6/8).

Hal itu disampaikan ketika orientasi mahasiswa baru PIB yang diikuti oleh 58 orang yang berlangsung dari  tanggal 6 hingga 29 Agustus 2018.

Pada kesempatan itu, penandatanganan kerjasama dengan industri-industri terkait, seperti industri perhotelan, industri makanan dan minuman, dan asosiasi ternama seperti IHGMA Indonesian Hotel General Manager Association, GHE Global Hospitality Expert dan masih banyak lagi.

Ia mengatakan, Founder PIB Dr Frans. Bambang Siswanto memberikan beasiswa kepada 50 persen mahasiswa yang kurang mampu.

“Ini sebagai komitmen mendukung pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa menuju generasi emas Indonesia 2045,” ujarnya.

PIB merancang untuk menjadi institusi pembelajaran kelas dunia di industri pariwisata dan perhotelan kembali melaksanakan ospek bagi mahasiswa baru.

Ia menjelaskan program-program yang disiapkan dilengkapi dengan penempaan kepemimpinan dan jiwa kewirausahaan dengan terus mengharmonisasikan perspektif lokal dan global.

Diakuinya sebelumnya PIB mendapatkan mahasiswa sebanyak 12 orang dan saat ini sudah mengalami peningkatan kuantitas penerimaaan mahasiswa baru.

PIB berlokasi di area destinasi pariwisata yang berkembang pesat diantara Kuta dan Tanah Lot serta dikelilingi bebagai macam hotel berstandar internasional.

Ini juga menjadi motivasi PIB terus membangun kerjasama dengan dunia industri pariwisata baik hotel maupun restaurant yang terus memperluas jaringan baik dalam maupun luar negeri.

Kedepan semua tamatan akan langsung ditempatkan di dunia kerja sesuai potensi dan terbangunnya networking.

Mendukung terbangunnya output yang berkualitas dan siap saing di dunia kerja PIB menempa mahasiswanya untuk membangun karakter dan prilaku diri yang Pancasilais dan cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Ospek akan memakan waktu 2 sampai 3 minggu. Mahasiswa baru akan dilatih dan dimasukkan ke asrama sehingga bisa merubah mindsed masing-masing calon mahasiswa,” papar Profesor yang memiliki empat gelar doktor ini.

Prof Sulistyawati menambahkan, mahasiswa baru juga akan dilatih agar memiliki persepsi dan karakter yang sama sehingga terlahir menjadi insan pariwisata profesional yang dilandasi budaya.

Dalam pembelajaran di PIB sebagai lembaga pendidikan vokasi pariwisata berbasis tourismpreneurship dan profesional bertaraf internasional sehingga terbangun insan profesional yang bekerja dengan tanggung jawab dan royal.

Sementara itu, Founder PIB Dr Frans. Bambang Siswanto mengungkapkan sebagai satu-satunya Politeknik internasional swasta di Bali yang memiliki luas kampus 15 hektar.

Awalnya PIB merupakan Bali Internasional Traning Developmen Center (BITDC) untuk anak anak putus sekolah.

“Nama saya Frans Bambang Siswanto datang tahun 1967, sudah 51 tahun lalu. Temen-teman saya orang Bali banyak anak petani dan tau kehidupan anak yang  orangtuanya PNS. Anak-anak tidak bisa sekolah bukan karena bodoh tetapi keadaan orang tua. Inilah yang menjadi komitmen istri saya membangun Politeknik Internasional Bali,” jelas Frans.

PIB memiliki prodi meliputi, Perhotelan Intetnasional yang didukung kurikulum berstandar internasional untuk perhotelan. Program diploma 3 tahun, ini mendapat gelar A.Md.Par., yang didukung enam bulan praktek kerja nyata di hotel untuk mengembangkan kemampuan praktis.

Prodi Manajemen Bisnis Hotel menekuni tentang pengelolaan perhotelan dan bisnis internasional. Program diploma empat tahun dengan gelar S.Tr.Par., dengan pembekalan melalui praktek kerja nyata selama 6 bulan di perusahaan pengelola acara atau brand activation.

Prodi ke 3 yakni Manajemen Bisnis Acara yang memberi kemampuan dalam pengelolaan acara dan konvensi internasional, Program diploma 4 tahun dengan gelar S.Tr.Par., Praktek Kerja Nyata selama 6 bulan di perusahaan pengelola acara atau brand activation.

Selanjutnya Program diploma seni kuliner yanh dirancang dengan kurikulum berstandar internasional. Program diploma 3 tahun, mendapat gelar A.Md.Par, 6 bulan praktek kerja nyata di hotel ataupun restoran berstandar international dan fasilitas standar industri untuk kuliner.

“Prodi Kulinery Art, mempunyai perbedaan karena perkawinan tiga ilmu yang diramu  yaitu tentang taste (rasa, red) enak, indah. Memasukkan dekorasi Bali kedalam penyajian kuliner didukung kerjasama dengan dokter nutrisi, meramu tiga disiplin ilmu,” tutupnya. (ART/GAB)

Previous Bagus Sudibya; Kendalikan Stabailitas Politik Majukan Perekonomian
Next Polres Badung Bekuk Pelaku Pencurian Pria Asal Labuhan Bajo

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *