Inti Bali Akan Kirim Kembali Bantuan Bencana Bumi Lombok


Denpasar, suryadewata.com
Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (Inti) Bali Sudiarta Indrajaya akan kembali mengirimkan bantuan sosial kepada korban bencana alam gempa bumi 7 SR yang diikuti ratusan gempa susulan telah meluluhlantakkan Lombok pada tanggal 14 Agustus mendatang.

Penanganan darurat dampak gempabumi di Nusa Tenggara Barat (NTB) memasuki hari ketujuh. Penanganan terus dilakukan.

Data korban terus bertambah. Gempa susulan juga terus terjadi di Lombok.

Hingga Minggu (12/8/2018) tercatat 392 orang meninggal dunia akibat gempabumi 7 SR di wilayah NTB dan Bali.

Sebaran korban meninggal dunia akibat gempa adalah di Kabupaten Lombok Utara 339 orang, Lombok Barat 30 orang, Kota Mataram 9 orang, Lombok Timur 10 orang, Lombok Tengah 2 orang dan Kota Lombok 2 orang. Sebagian besar korban meninggal akibat tertimpa bangunan roboh saat gempa.

Korban luka-luka tercatat 1.353 orang, dimana 783 orang luka berat dan 570 orang luka ringan. Korban luka-luka paling banyak terdapat di Lombok Utara sebanyak 640 orang. Sementara itu pengungsi sebanyak 387.067 orang yang tersebar di ribuan titik pengungsian. Sebaran dari pengungsi adalah di Kabupaten Lombok 198.846 orang, Lombok Barat 91.372 orang, Kota Mataram 20.343 orang, dan Lombok Timur 76.506 orang.

Kerusakan fisik meliputi 67.875 unit rumah rusak, 606 sekolah rusak, 6 jembatan rusak, 3 rumah sakit rusak, 10 puskesmas rusak, 15 masjid rusak, 50 unit mushola rusak, dan 20 unit perkantoran rusak.

Pendataan dan verifikasi masih dilakukan petugas. Pendataan dan verifikasi rumah diprioritaskan agar terdata jumlah kerusakan rumah dengan nama pemilik dan alamat untuk selanjutnya di-SK-kan Bupati/Walikota dan diserahkan ke BNPB untuk selanjutnya korban menerima bantuan stimulus perbaikan rumah.

“Bantuan logistik yang didistribusikan kepada pengungsi diharapkan mampu meringankan beban masyarakat setempat yang terkena musibah,” kata Sudiarta di Denpasar, Minggu (12/8).

Untuk itu, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan petugas setempat agar distribusinya lancar dan tepat sasaran.

Upaya itu untuk menekan adanya korban jiwa akibat terlambat mendapatkan logistik yang menjadi kebutuhan dasar.

Sebelumnya pihaknya bersama Ketua Umum Perhimpunan Inti Teddy Sugianto yang memimpin langsung rombongan pemberian bantuan kemanusiaan bagi korban gempa bumi di wilayah Lombok, Nusa Tenggaar Barat (NTB), Selasa (7/8) lalu.

Selain Teddy, rombongan Pengurus Pusat INTI yang datang ke Lombok, Wakil Ketua Umum Budi S. Tanuwibowo, Sekretaris Jenderal Ulung Rusman, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Candra Jap dan Nicholas Justin Sugianto cucu dari Ketua Umum.

Rombongan Bantuan INTI dijemput kendaraan Kodim 1606/Lombok Barat dan langsung menuju Posko kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Di sana telah menunggu Kapuskes TNI Mayjen TNI dr. Ben Yura Rimba, MARS., Kapuskes TNI AD, Mayjen dr. Bambang DH, Kolonel Fadli dan dr. Iwan untuk berkoordinasi mengenai situasi dan kondisi terakhir.

Pada kesempatan itu, Teddy Sugianto mengunjungi tenda kesehatan TNI dan memberi semangat kepada seorang nenek yang sedang dirawat karena mengalami patah kaki kiri terkena runtuhan bangunan rumah.

Sementara Sekjen Ulung Rusman berdiskusi dengan Bhante Indadaro dari Vihara Buddhavamsa Lombok Utara dan berkoordinasi dengan Danrem 162/WiraBhakti Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani mengenai pembukaan dapur umum di desa yang terkena gempa.

Dari Posko kecamatan Tanjung, rombongan INTI melanjutkan perjalanan menuju Utara ke Posko kecamatan Kayangan. Sepanjang jalan terlihat banyak sekali rumah, sekolah, fasilitas umum, dan bangunan ibadah yang rusak bahkan ada yang sampai rata dengan tanah.

Longsor dan aspal jalanan yang retak sampai terangkat serta terkelupas terlihat di beberapa titik menuju Kayangan.

Sekjen Ulung Rusman yang memaparkan rencana Inti selama beberapa hari ke depan adalah yang pertama akan membuka Dapur Umum bekerjasama dengan Vihara Budhhavamsa di desa Lenek untuk membantu suplai makanan warga di 3 dusun.

Selain itu bantuan kemanusiaan yang mendesak saat ini seperti beras, tenda, selimut dan sarung akan dikirim dari Jakarta melalui pesawat Hercules bekerjasama dengan Puskes TNI.

“Setelah meninjau langsung hari ini bersama Ketum dan Waketum ke posko pengungsi dan lokasi gempa. Ada beberapa program kemanusiaan yang harus cepat dieksekusi salah satunya membuat dapur umum INTI untuk korban gempa di desa-desa yang sulit dijangkau,” ucap Ulung.

Sedangkan Teddy Sugianto mengatakan penanganan korban bencana gempa harus cepat, cermat, dan tepat sesuai situasi di lapangan.

“Dengan meninjau langsung ke lapangan, kita jadi bisa tahu mana yang menjadi prioritas. Saling bekerjasama dan berkoordinasi dengan berbagai elemen masyarakat dan aparat juga menjadi kunci utama dalam penanggulangan bencana,” tutupnya. (ART/GAB)

Previous Buka Ruang Demokrasi, Pastika Harap PB3AS Dilanjutkan
Next Pulang Arisan, Istri Lihat Suami Tergantung

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *