Prosesi Mendak Sekar Catur dan Mendak Don Bingin Jalan Tiga Kilometer


SURYADEWATA.COM
Prosesi Mendak Sekar Catur
Puncak Upacara Ngerorasin massal di Desa adat Geriana Kangin makin dekat.
Kemarin di lakukan prosesi mendak sekar catur. Ini dilakukan dari
balai banjar Geriana Kangin ke Geria Laya ombo, Dusun Pegubungan, Selat. Sementara puncak ngeroras masal sendiri akan digelar (17/8) hari ini.

Dalam Ngerorasin massal kali ini ada 59 puspa yang ikut serta. Sebelum ngerorasin juga sempat di gelar upacara Ngaben masal yang diikuti 43 sawa.
Kemarin juga digelar upacara Meotonan massal dan Metatah massal. Metatah masal dilakukan pukul 06.00 wita dengan empat orang sangging.
Diantaranya IB Gede Yadnya, IB Suyasa keduanya dari geria Duda, IB Darma Wibawa Putra dari geria Taman, Pegubungan dan Jro Mangku Mudayasa dari Geriana Kangin.

Prosesi meotonan dan metatah dilakukan bersamaan dengan ngerorasin. Agar biaya yang dikeluarkan lebih irit karena persiapan sarana upacara bisa
dibuat sekalian. Selaian itu juga memiliki nilai sebagai penghormatan kepada leluhur dari pertisentana. Sehingga sang cucu atau keturunan bisa bersama sama mebersih dengan sang pitara. Istilah ini disebut dengan natak tiis.

Untuk biaya ngeroras
diperkirakan akan menghabiskan Rp 200 juta. sementara ngaben masal sebelumnya menelan dana Rp 178 juta. biaya yang dikenakan untuk ngeroras Rp 4 juta per puspa, sementara ngaben dikenakan Rp 2 juta. sedangkan metatah dikenakan Rp 200 ribu dan meotonan Rp 150 ribu per
orang. Metatah masal ada 34 orang dan meotonan sebanyak 40 orang. Sementara mendak sekar catur baru dilakukan pukul 13.00 wita.

Menurut Ketua Panpel Nyoman Merta ini dilakukan karena di khawatirkan ada gempa sebab Gunung Agung dalam kondisi level III. Karena penyucian
sendiri sangat sakral termasuk tidak boleh kena gampa. Karena itu pembuatan jajanan Catur dilakukan di Geria.
Sementara dengan di buat di Geria juga akan efesiansi waktu serta biaya. Selaian itu juga untuk jaga – jaga karena kerap terjadi gempa bumi dan juga gunung agung masih level III.

Saat mendak sekar catur
kerama istri nampak mengusung sarana upacara tersebut dengan berjalan kaki. melewati jematan darurat di depan Geria. Jembatan ini awalnya hanyut saat Gunung Agung mengeluarkan lahar hujan lalu.

Tiba di catus pata langsung dilakukan upacara nyakup. Dimana Tirta atau air suci yang diambil dari berbagai pura di Bali disarukan kemudian di upacari bersama dengan sekar Catur. Tirta tersebut diantaranya berasal dari Besakih, Goa Lawah, Lempuyang dan Gelgel.
Awalnya tirta tersebut di semayamkan selama dua hari di Pura Penyimpenan Geriana Kangin. Lalu Tirta dan sekar Catur kemudian dinaikan ke Catur yang di pinpin Ide Tapini, Jro Kawan dari Geria LayaOmbo.

Sebelumnya juga sempat dilakukan prosesi nunas don bingin
yang juga dipergunakan untuk sarana upacara. Ini dilakukan di Desa Pakraman Karangsari sekitar 1 km dari Geriana Kangin. Pengambilan daun bingin ini cukup sacral. Karena daun tersebut tidak boleh jatuh ketanah. Sehingga harus di tunggu dengan menggunakan kain putih di bawah
pohon. Kemudian daun tersebut di usung menggunakan kain putih dengan berjalan kaki ke lokasi upacara.

Previous Upacara Mendak Isepan, Ngerorasin Massal Arya Kenurunan
Next Aksi Heroik Warnai Upacara Penurunan Bendera Di Kabupaten Sikka

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *