Tempat Penimbunan Sementara (TPS) Terminal Cargo Transshipment


SURYADEWATA.COM
PT. Angkasa Pura I (Persero) sebagai Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) dalam salah satu kegiatan bisnisnya yaitu penunjang  perbangan berupa Terminal Kargo. 

Dalam pengelolaan Terminal Kargo di PT  Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali telah bekerja sama dengan beberapa Mitra Usaha dan Mitra Kerja, salah satunya bekerjasama dengan anak perusahaan yaitu PT. Angkasa Pura Logistik Cabang Bali,  Yang mengelola Terminal Cargo Transshipmen atau Tempat Penimbunan Sementara (TPS) yaitu kargo kargo yang transit dari suatu negara ke negara tujuan lainnya melalui transit di Denpasar bali.

PT. Angkasa Pura Logistik, dalam mengelola TPS Cargo Transit dari sisi legalitas formal telah memiliki ijin dari Kementerian Keuangan Melalui Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai Bali, NTB, NTT Nomor. KEP  46/WBC.13/2018 tanggal 27 April 2018 dan sertifikasi kegiatan Jasa Terkait Bandar Udara Bidang Pergudangan, Bidang Pelayanan Kargo dan Post   dari kementerian Perhubungan Republik Indonesia Nomor  : DBUSO.002/JT-WH/IX/2015 tanggal 28 September 2015 dan Ijin prinsip dari PT.Angkasa Pura I Bandara          I Gusti Ngurah Rai Nomor :AP I.6444/KB.03/2017/FM.DPS-B tanggal 03 Nopember 2017 serta surat Ijin Operasional TPS dari Kepala Kantor KPPBC Tipe Madya Pabean Ngurah Rai , nomor :  S-1414/WBC.13/KPP.MP.01/2018 tanggal 25 Mei 2018

Pada hari selasa, tanggal 14 Agustus 2018 pukul 09.15 wita telah di tanda tanganin Perjanjian Kerjasama Penanganan Cargo Transshipment dan Dokumen BC 1.2. Garuda Indonesia di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali antara Kepala Cabang PT. Angkasa Pura Logistik Cabang Bali, Dewa Putu Sudarma dengan General Manager PT.Gapura Angkasa Cabang Bali Bapak Wasono Waluyo Badrudin.

Dukungan dan support serta peran penting dari Kepala Kantor Otoritas Bandara wilayah IV,  General Manager  PT. Angkasa Pura I Bandara I Gusti Ngurah Rai beserta jajarannya serta Kepala Kantor Bea Cukai Ngurah Rai, tidak ketinggal pula
General Manager PT. Garuda Indonesia cabang bali Bapak Joseph Saul dalam beberapa kesempatan sangat mendukung kerjasama ini, sehingga PT Garuda Indonesia dapat meningkatkan pelayanan kepada costumernya.
Dukungan pula Bapak Denny Wirawan Manager Cargo PT. Garuda Indonesia Cabang bali sangat support atas terselenggara kerjasama ini dalam meningkatkan pelayanan kargo di Bandara Internasional  I Gusti Ngurah Rai.
Sehingga keamanan dan keselamatan barang barang cargo terjamin sesuai SLA.

Dengan demikian kini telah hadir satu satunya dan pertama kali di Indonesia suatu usaha logistik  khusus TPS Terminal Cargo Transhipmen yang berada di kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali yang dikelola oleh PT.Angkasa Pura Logistik.

Selain Terminal  yang luasannya 913.47 m2 fasilitas peralatan, fasilitas penunjang operasional, Keamanan, fasilitas kantor, SDM yang  cakap, berlisensi, telah di lakukan assesment oleh pihak pihak yang berwenang.

Suatu usaha yang harus di jalankan dalam kegiatan kargo kargo transit melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar Bali.

Data data yang dapat di himpun dari  sumber penerbangan, di 3(tiga) bulan terakhir  tahun 2018 Jumlah cargo transit sebanyak,  bulan april +/–  2.256.369 kg bulan                              Mei +/- 2.717.018 kg, dan bulan                       Juni +/– 1.711.129 kg.
Suatu effot besar melalui kerja keras dalam memberikan pelayanan yang prima dan tarif / harga yang sepadan agar dapat bersaing dengan Negara lain yang telah mengelola Transhipment.

Hadirnya terminal cargo khusus transitment ini adalah merupakan jawaban untuk mendukung program pemerintah dalam menciptakan system logistic nasional yang efisien sebagaimana yg dikatakan secara terpisah oleh Direktur Terminal Cargo &REgulated Agent Angkasa Pura Logistic  Akhmad Munir,
&Direktur Utama Angkasa Pura Logistic Herry AY Sikado mengatakan menciptakan Perhitungan efektifitas dan efisien secara bisnis akan menjadi pilihan bagi pelaku usaha cargo yang ada di beberapa negara, misalnya Negara Singapura, hongkong, china, australia  dan lainnya di Erofa.

Pelayanan dan tarif akan menjadi pertimbangan dalam bisnis ini,
Semoga dengan adanya Terminal Cargo Transshipment di Bandara Ngurah Rai Bali menjadi HUB Cargo di Indonesia dan Bali Khusus nya.

Kepada Para Airlines Luar Negeri  dan Domestik kiranya dapat memanfaatkan peluang bisnis ini dengan ketentuan IATA SGHA 2008 – 2013, ANNEX A dan Prosedur yang berlaku di penerbangan.

PT.Angkasa Pura Logistik membuka diri untuk bekerjasama dengan pihak lain dala9m penanganan cargo transit dengan prinsip bisnis saling menguntungkan.

Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberkati segala upaya dan usaha kita sekalian.

Previous Teknologi Blockchain Menuju Digitalisasi Pertanian.
Next GEMPA 7 SR KEMBALI GUNCANG LOMBOK

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *