Bahasa Paling Sempurna, Belajar Sanskerta Kembalikan Budaya Sejati


Denpasar , suryadewata.com
Belajar Bahasa Sansekerta akan mengembalikan budaya alam semesta yang sejati dan sempurna karena mampu mendalami bidang sosial budaya, kemanusiaan dan pendidikan nilai-nilai kemanusiaan (human Values) serta karakter.

Pembelajaran bahasa Sanskerta yang bertujuan untuk membangkitkan (kembali) budaya Sanskerta di Nusantara  karena akar kebudayaan Nusantara tidak terlepas dari budaya Sanskerta yang termuat dalam sastra-sastra kuno Nusantara.

Sanskerta secara etimologis berarti ‘berbudaya“, “lengkap,” dan “sempurna,”.

Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Dvipantara Samkrtam Dr. I Wayan Gede Suacana (Pandita Agni Premadasa) ketika Samskrta Dinotsavasya (Perayaan Hari Sanskerta)  perkenankan terlebih dulu saya mengutarakan sedikit tentang eksistensi, ciri dan keunggulan bahasa Sanskerta.

Ia mengatakan, bahasa Sanskerta merupakan bahasa tertua yang ada di dunia, tulisannya dikenal dengan huruf Devanagari.

Sanskerta merupakan ibu dari semua bahasa yang ada di dunia. Hampir semua ilmu pengetahuan penting termuat dalam sastra-sastra kuno menggunakan bahasa sanskerta, seperti: Ilmu Politik/ Artha Sastra, Ilmu Pengobatan/ Ayur Veda, Antariksa dan Perbintangan/ Jyotisa.

Bahasa Sanskerta merupakan bahasa klasik India yang digunakan dalam kitab suci agama Hindu, Buddha, dan Jainisme dan salah satu dari 23 bahasa resmi India.

Bahasa Sanskerta juga merupakan bahasa liturgi atau bahasa yang selalu digunakan dalam kegiatan pemujaan. Bahasa ini muncul dalam bentuk pra-klasik sebagai bahasa Veda.

Diceritakan, ketika ceramah Sir William Jones, untuk Asiatick Society of Bengal di Calcutta, 2 Februari 1786, menegaskan bahwa Bahasa Sanskerta, memiliki struktur yang menakjubkan.

Lebih sempurna daripada bahasa Yunani serta lebih luas daripada bahasa Latin.

Hasil penelitian pada 110 pusat penelitian ilmiah membuktikan bahasa Sanskerta dinilai paling pas untuk pemrograman komputer, sebagai bahasa sempurna  tanpa kesalahan dan satu-satunya bahasa yang mampu diprogram untuk komunikasi manusia dengan mesin, sebagaimana telah dibuktikan pemanfaatannya oleh NASA (National Aeronautics and Space Administration).

Saat ini ada 80 universitas di dunia telah mengajarkan bahasa Sanskerta.

Namun, Bahasa Sanskerta dibawa ke Nusantara sekitar abad ke-1 M dan penggunaan bahasa ini saat itu hanya sebatas di kalangan kerajaan saja.

Hal itu digunakan untuk membuat bhisama kerajaan, kisah atau kejadian penting yang terjadi saat itu yang diabadikan dalam prasasti ataupun daun lontar.

Banyak prasasti yang ditemukan memiliki tulisan yang menunjukkan bahwa prasasti tersebut dibuat sekitar abad ke 5.

Prasasti dengan bahasa Sanskerta banyak ditemukan pada bekas kerajaan Kutai di Kalimantan, Sriwijaya di Sumatera, Tarumanegara ditanah Sunda dan Majapahit di Kawasan Jawa Timur.

Bahasa Sanskerta menjadi cikal bakal bahasa Indonesia, bahasa Jawa, bahasa Bali dan daerah lainnya  di Indonesia yang dipakai dalam kehidupan sehari-hari (lingua franca).

Itu artinya Bahasa Sanskerta hidup terus selama tradisi pemujaan menggunakannya dalam wujud “githam, slokam, stotram atau mantram”.

Untuk itu, pihaknya membangun Yayasan Dvipantara Samskrtam, lembaga sosial yang telah berbadan hukum sejak  19 September 2017 dan bergerak di bidang sosial, kemanusiaan dan pendidikan.

Walaupun begitu aktivitas lembaga ini secara sporadis telah dimulai sejak penghujung tahun 2015.

Dengan membawa visi mewujudkan masyarakat bijaksana berlandaskan pengetahuan luhur Sanskerta.

Dengan misi menjadikan Sanskerta sebagai bahasa percakapan dan mengembangkan kemampuan membaca, menulis, melantunkan dan pengertian pada Sastra Sanskerta serta Veda.

Kegiatan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan Samskrtamshibiram, Balakendram, Vidyalaye Samskrtam, Naipunya Vargah & Siksakah Naipunya Vargah, Aksara Naipunya Vargah, Ekadinatmakavargah, Bhasabhodanavargah, Siksakah Prasiksana Vargah, Yugapat Shibiram, Samskrta Dinotsavasya/ Samskrta Sandhya, Matru Pitru Vandanam, Giitaa Jayanti (Pembacaan Kitab Suci Bhagavad Gita).

Yayasan juga menyediakan kursus bagi para guru/ dosen yang berminat mengajarkan bahasa Sanskerta di sekolah/ perguruan tingginya

Sementara itu, Anggota Paruman Walaka Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali
Made Mayor Sudharsana mendukung penuh kegiatan tersebut.

“Anak-anak agar sejak dini sudah diajarkan Bahasa Sanskerta agar karakter mulai terbentuk,” ujarnya.

Ia mengharapkan, Bahasa Sanskerta agar digaungkan ke dunia mulai dari Bali. Untuk itu, semua pihak agar ikut mendukung gerakan mulia tersebut dalam menciptkan kehidupan damai dan bahagia.

Untuk itu, generasi muda agar menumbuhkan minatnya belajar Bahasa Sanskerta yang nantinya mampu membawa peradaban kemanusiaan yang lebih baik. (ART)

Previous Dugaan Korupsi Satu Miliar Lebih APBDes Baha Anggaran 2016 - 2017
Next Workshop dan Pembekalan Bacaleg Demokrat Seluruh Bali

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *