Penerapan Kebijakan BVK Butuh Kehati-Hatian


Denpasar , suryadewata.com
Praktisi Pariwisata Bagus Sudibya mengharapkan pemerintah agar melakukan evaluasi mengenai kebijakan Bebas Visa Kunjungan (BVK) bagi 169 negara.

“Kebijakan bebas visa ini membutuhkan kehati-hatian dalam menjaga kualitas pariwisata,” kata Sudibya di Denpasar, Minggu (2/9).

Evaluasi terhadap Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2016 tentang kebijakan BVK dan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia No. 17 Tahun 2016 tentang Tempat Pemeriksaan Imigrasi Tertentu, Syarat, dan Tujuan Kedatangan Bagi Orang Asing yang Mendapatkan BVK.

Menurutnya, peningkatan kunjungan dengan kebijakan tersebut namun agar dibandingkan dengan manfaat yang dirasakan.

Meskipun segi kuantitas meningkat namun timbal balik agar diperhatikan serius sehingga tidak cendrung merugikan keberlanjutan periwisata nasional.

Untuk itu, pihaknya meminta adanya kebijakan timbal balik terhadap negara-negara belum bebas visa.

Upaya itu agar ada kesamaan kebijakan seperti Amerika Serikat, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Eropa dan Australia.

“Negara-negara ini agar menggunakan visa sama-sama,” ujarnya.

Ia mengakui, kebijakan bebas visa memang mempermudah para wisatawan tetapi besaran resiko agar terukur.

Mengingat ancaman-ancaman kejahatan luar biasa yang bisa mengacam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yakni terorisme, narkoba maupun perdangan manusia.

Sebaiknya juga tetap adanya perhatian terhadap orang-orang yang memiliki kejahatan atau track record yang buruk.

Pengawasan agar terus ditingkatkan melalui Interpol, Kedutaan Besar maupun Imigrasi. (ART)

Previous Pangdam IX/Udayana Siapkan PAM Kunjungan RI I Ke Lombok
Next Presiden Serahkan Bantuan Rp 264 Milyar untuk Perbaikan 5.293 Unit Rumah Rusak Berat Korban Gempa Lombok

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *