2000 Penari Tenun Akan Tampil di Petitenget Festifal Harap Pecahkan Rekor Muri


Badung, suryadewata.com

AA. BHS Bayu Joni Saputra sebagai ketua panitia “Petitenget Festival ” menjelaskan festival ini diselenggarakan berangkat dari Kerobokan yang terdiri dari dari 50 banjar, 4 kelurahan , 2 desa belum p1ernah mengadakan festival dengan bentang areal pantai dari Oberoi 2,4 km dirasa perlu mengadakan festival juga dari destinasi wisata dirasakan perlu diadakan festival yang akan digelar dari tanggal 14 – 16 September 2018

Ini merupakan festival yang pertama kali diadakan di Kerobokan dengan tujuan pertama menghapus stigma yang selama ini Kerobokan masih diidentikan dengan Lapas Kerobokan melalui festival ini diangkat sebgai destinasi wisata.

Tujuan yang ke 2 meningkatkan kunjungan wisata baik domestik maupun internasional

Tujuan terakhir memberikan ruang kepada para seniman dan budayawan untuk berkreasi melibatkan 25 sanggar seni

Untuk logo Buto Ijo berangkat dari Inspirasi pada saat tahun lalu mengadakan praseminar tentang Buto Ijo ternyata Ide Betare Sakti Wau Rawuh Dang Hyang Nirartha meletakan pecanangan dimana kotak sirih benda terakhir yang beliau titipkan kepada sesosok raksasa Buto Ijo untuk dijaga dan dipingit karena kotak itu bukan kotak biasa yang mana merupakan pusat dari semua ilmu pengetahuan yang ada meliputi politik, ekonomi, soaial, budaya, oertahanan, keamanan

Setelah diberi mandat Dang Hyang Nirartha memberikan kesaktian kepada Buto Ijo untuk menjaga kotak tersebut termasuk menjaga alam dan selanjutnya beliau melanjutkan perjalanan suci ke luur Pure Ulu Watu.

Diharapkan masyarakat terinspirasi dari karakter Buto Ijo dengan tugas menjaga alam , menjadi pengabdi loyal pada tugas yang dibebankan oleh pimpinanya.

Festivak ini bertemakan ” Festival Centuri In The Making “, artinya festival ini lahir dari pemikiran bertahun- tahun yang lalu seperti budaya tari Tenun ada tahun1957 diciptakan oleh Nyoman Ridek berasal dari Banjar Campuan akan tampil dalam festival ini melibatkan 2,000 penari  yang bisa memecahkan rekor Muri , oenarinya dari 50 banjar baik dari ibu-ibu PKK maupun sekehe teruni. Masing-masing banjar mengeluarkan 40 penari dikalikan 50 banjar jadi ada 2,000 penari.

Membangkitkan budaya berabad-abad lalu juga dipentaskan wayang wong, jukung fishing competition, lomba kuliner masakan tradisional ngelawar, pentas musik Rai Peni, Group Musik Balawan, pragmen Buto Ijo, vidio Animasi kekinian buat anak muda

Areal festival sudah disiapkan 62 boot dimana memberikan 4 boot gratis kepada kelurahan dan 2 desa bagi UMKM dan 1 untuk Lapas yang akan mensosialisasikan HIV. Sisanya ada 40 boot untuk kuliner, otomotif, skin Care, jasa kurir.

Festival dibuka tanggal 14 sampai 16 September 2018. Untuk pembukaan tgl 14 pukul diawali dengan penyambutan tabuh bleganjur Adhi Merdangga selanjutnya kepantai pelepasan tukik ( anak kura-kura) sebagai simbul melestarikan alam pantai.
Dilanjutkan pementasan tari sekar jepun

Festival ini akan dibuka oleh Bapak Gubernur Wayan Koster, Ketua PHRI Bali Cok Ace yang juga Wakil Gubernur, juga diundang Ketua DPRD Provinsi Bali Adi Wiryatama, serta Bupati Badung Giri Prasta …..tutup AA. Bayu. //yut

Previous Gubernur Wayan Koster Akan Sampaikan Visi Misi di Hadapan Kepala Desa, Bendesa Adat dan Tokoh Masyarakat
Next World Clean Up Day, Ajang Edukasi Masyakat Bali

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *