Gubernur Koster; Perhatikan Pertanian, Bali Tak Hanya Andalkan Pariwisata


Denpasar, suryadewata.com

Gubernur Bali I Wayan Koster akan mendorong sektor pertanian yang menjadi unggulan masa depan Pulau Dewata.

Sementara ini Bali masih mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber pendapatan terbesar.

Namun sektor tersebut rentan mengalami ganguan dan pengaruhnya signifikan seperti peristiwa erupsi Gunung Agung.

“Pembenahan sektor pertanian agar dibenahi agar kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan Pulau Dewata ‘One Island One Management’, atau atau satu pulau satu tata kelola” kata Koster di Denpasar, Sabtu (8/9).

Hal itu disampaikan pidato resmi pertamanya pada acara serah terima jabatan (Sertijab) dalam sidang paripurna di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bali.

Pada kesempatan itu, pihaknya mengajak seluruh bupati/walikota di Bali bersinergi mendukung visi misi pembangunan Bali untuk mewujudkan “One Island One Management”.

“Agar Bali bisa dikelola satu komando dari gubernur. Walau ada UU otonomi daerah, sepanjang ada komitmen gurbernur bersama bupati/walikota maka itu (One Island One Management-red) bisa dilakukan,” ujarnya.

Ditambahkan tiga komponen utama pembangunan Bali sesuai visi misi Nangun Sad Kertih Loka Bali yakni ada keseimbangan antara alam Bali, manusia Bali dan Budaya Bali. Maka segala progam pembangunan Bali diarahkan untuk melestarikan alam Bali, meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan masyarakat Bali serta melestarikan seni, adat dan budaya Bali.

“Kondisi Bali harus ditata komprehensif dengan ide Nangun Sad Kertih Loka Bali dengan Konsep Pembangunan Semesta Berencana,” tegas Koster.

Ditambahkan, Bali punya kearifan lokal Tri Hita Karana yang diwujudkan dalam konsepsi Sad Kertih. “Ini kearifan lokal luas biasa. Tata kelola kehidupan yang menyatu antara manusia, alam Bali dan adat istiadat di Bali. Ini kehidupan original Bali atau genuine Bali,” paparnya.

Dalam pidatonya, Koster memaparkan berbagai program pembangunan Bali di segala aspek. Meliputi bidang pendidikan, ekonomi, pariwisata, ketenagakerjaan, pembangunan infrastruktur, pertanian, pelestarian lingkungan, pelestarian seni adat budaya, agama, kesejahteraan sosial serta aspek lainnya.

Koster juga mengajak seluruh perbekel dan bendesa adat se-Bali untuk bergandengan tangan mewujudkan pembangunan Bali yang lebih baik.

“Saya akan rutin membuat pertemuan dengan perbekel dan bendesa adat. Sambil nanti kita ngelawar bareng. Kalau ke Karangasem kita akan megibung bareng,” kata Koster yang langsung disambut tepuk tangan para perbekel dan bendesa adat se-Bali yang hadir dalam acara sertijab ini. (ART/GAB)

Previous Angsapura-INTI Medan Bersama Kodam I Bukit Barisan Kirim Bantuan Lombok dari Bali
Next 1.637 Personel Polda Bali Amankan Sertijab Gubernur Bali dan Wakil Gubernur Bali

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *