Buto Ijo Ikon Petitenget Festival Hapus Image LP Kerobokan


Badung, suryadewata.com

Petitenget Festival yang akan diselenggarakan dari tanggal 14 – 16 September 2018 akan menampilkan berbagai seni budaya tradisional dengan tujuan meningkatkan kunjungan pariwisata ke Kerobokan serta merubah image Kerobokan yang selama ini identik dengan LP Kerobokan.

AA. Putu Sutarja sebegai Jero Bendesa Adat Kerobokan Kelod dalam pers Confrence pada hari Selasa 11/09/2018 di hotel Alila menjelaskan mohon dukungan semua pihak terkait agar festival berjalan dengan lancar dan berkesinambungan mendukung program kegiatan pemerintah Kabupaten Badung dalam promosi pariwisata…ucapnya

AA. Bayu Joni Saputra selaku Ketua Panitia Petitenget Festival mengatakan maksud dan tujuan Festival Petitenget dilatar belakangi oleh aspirasi 50 banjar yang ada di Kerobokan menginginkan diadakan festival.

Logo dari Petitenget Festival adalah   ” Buto Ijo “,  yang memegang pencanangan atau kotak suci dari Dang Hyang Nirarta. Logo atau ikon brand ini lahir praseminar dan seminar Buto Ijo yang telah dilaksanakan beberapa bulan yang lalu tanggal 7 Januari 2018 ternyata di Kerobokan dulu daerah sangat angker.

Dang Hyang Nirarta dalam perjalananya ke Kerobokan diikuti sesosok mahluk halus yaitu Buto Ijo dan diberikan mandat menjaga pencangan atau kotak sirih ide sebelum melanjutkan perjalanan suci menuju Pura Luhur Uluwatu.

Nilai filosopis dalam festival ini adalah bagaimana karakter Buto Ijo yang sudah disupat menjadi niat baik diberikan kekuatan menjaga dan berkembang dengan dinamika yang ada serta kedepan brand Buto Ijo menjadi Ikon identik dengan desa Kerobokan yang selama ini dikenal hanya LP Kerobokan  banyak kerusuhan , narkoba dan kriminal lainya menyebabkan banyak investor mendengungkan bukan  Kerobokan melainkan Seminyak, citra ini yang akan dihapus….jelasnya.

Kerobokan diharapkan menjadi salah satu the best destinesion in the world yang telah banyak hotel berkelas seperti hotel Alila dan lainya sudah terkenal didunia, dengan festival ini ingin bersama pemerintah Kabupaten Badung mengangkat lebih luas lagi bahwa Kerobokan salah satu daerah tujuan wisata terbaik.

Tujuan lain Kerobokan dengan 50 banjar, 4 kelurahan dan 2 desa akan diberikan ruang dalam festival ini outputnya nanti setelah festival ada pementasan seni budaya secara rutin khususnya diwantilan Petitenget. Stickholder seperti Asita , PHRI bisa mengemas sehingga lama kunjungan wisatawan bisa diperpanjang juga kwality tourism seperti kemacetan menjadi masalah pariwisata.

Lay out festival dipinggir pantai Petitenget dengan Patung Buto Ijo, wantilan, tempat parkir, panggung utama , panggung podium kehormatan, 50 stand dimana 4 kerurahan dan 2 desa diberi stand gratis untuk mengangkat UMKM ada juga hotel-hotel yang menjadi sponsor , otomotif, akomodasi tapi paling banyak stand kuliner dihadirkan food berkelas tidak seperti pasar malam .

Rundown acara dengan tag line Festival Century in the making artinya adanya masyarakat desa adat Kerobokan dicoba dibangkitkan dalam festival ini.
Pada hari perrtama tanggal 14/09 diawali penyambutan didepan Pure Petitenget dengan FIV rest area di Hotel Alila diarak dengan konvoi motor Harley Davidson, mobil Wilis menuju depan Pure Petitenget, dilanjutkan gong Adi Merdangga yang dipagari betis menuju pantai mengelilingi stand-stand pameran selanjutnya melepas tukik (anak penyu). Dengan konsep sirois management ramah lingkungan, lanjut ada ayunan yang mengartikan simbul keseimbangan alam semesta.

Pembukaan festival ditandai dengan pemukulan alu (alat  menumbuk padi) disertai gong Adi Merdangga dan penandatanganan buku Buto Ijo dan buku panduan wisata desa adat Kerobokan, lanjut pragmen tari tentang sejarah perjalanan Dang Hyang Nirarta , ada video animasi untuk generasi milineal untuk mengenal sejarah.

Hari ke 2 tanggal 15/09 pagi hari ada lomba ngelawar dengan keserta 4 kelurahan dan 2 desa dan sorenya ada 2500 yoga ketawa dengan instruktur Made Mangku Sukrene dilanjutkan lomba Bajang Teruna Jegeg Bagus diiringi musik Gus Teja, bulan Januari 2017 lalu sudah dihadirkan Miss Word.

Hari ke 3 tanggal 16 ada fishing competision sudah mendaftar untuk dilaut 200 lebih menggunakan jukung dan didarat 185 peserta. Untuk sore hari pementasan tari Tenun dengan 2000 penari memecahkan Rekor Muri . Lanjut malam hari diwantilan ada pentas tari Wayang Wong ini tarian sakral 72 tahun terlelap tidak dibangkitkan
Dilanjutkan Calonarang kolosal , ada juga lomba gebogan.

Selama acara ini berlangsung secara niskala sudah ada tempat pemujaan untuk ngrastiti .
Untuk mengantisipasi segala kemungkinan pihak desa sudah berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Kepolisian, Satpol PP, Pecalang, RS Mangusada, Pemadam Kebakaran, Dishub.

Untuk menghindari kekroditan lalu lintas ada rekayasa untuk masuknya ada 2 titik yaitu dari perempatan hotel Alila pertigaan Batubelig ahirnya merapat di Pure Petitenget keluar melalui Kayu Jati, kayu Aye dan Oberoi.
Titik masuk ke 2 melalui jalan Beraban tembus ke jalan Sunset Road.

Sementara Kadis Kebudayaan Badung Made Badra menjelaskan memberi apresiasi dengan adanya Petitenget Festival pemerintah Badung memberikan suport kepada desa adat dan berharap festival ini bisa berlanjut dan pemerintah Badung memberikan dana bantuan 2 milyar untuk kegiatan festival ini dan disuport juga dari beberaoa industri pariwisata.

Ada 3 festival di Kabupaten Badung didaerah Utara ada festival budaya pertanian, derah Badung Selatan  Festival budaya bahari sedang Badung Tengah termasuk Kerobokan Festival Seni Budaya. Tujuanya meningkatkan lang of stay wisatawan yang datang ke Badung.

Dilain pihak PHRI Badung yang diwakili Gede Ricky Sukarta mengatakan memeberi apresiasi dan penghargaan kepada panitia Festival Petitenget karena outputnya branding Kerobokan pasti bermanfaat bagu hotel maupun restoran sehingga Kerobokan menjadi destinasi pariwisata baru di Badung dimana Badung adalah barometer pariwisata Bali. //yut

Previous Pulihkan Aktivitas Gunung Agung, Presiden Jokowi Rencana Resmikan Pura Khayangan Agung
Next Kanwil Kementrian Agama Bali Ajak Guru Agama Hindu Karangasem Tingkatkan Profesionalisme

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *