Galian C Tutup Total, Upakara Pura Penataran Agung Nangka Sucikan Gunung Agung


Karangasem, suryadewata.com
Aktivitas Galian C Bebandem Karangasem ditutup total dan jalan raya Pura Khayangan Jagat Penataran Agung Nangka stana Ida Betara Gunung Agung (Udaya Parwata) menuju Pantai Jasri terbebas dari lalu lintas kendaraan umum.

Upaya itu memastikan kelancaran upkara Melasti dengan menggunakan lantaran kain putih sepanjang 16,5 kilometer dari pusat pura menuju pantai Jasri yang akan dihadiri langsung puluhan ribu umat Hindu dari berbagai penjuru.

Seharian penuh, galian C tidak beroperasi, masyarakat nampak tenang tidak terganggu dengan suara alat berat maupun mesin pengolah pasir.

Jalan pun tidak dipenuhi truk yang membawa pasir, biasanya berderetan dijalanan.

“Kami mengharapkan upacara ini sebagai penyucian Gunung Agung sehingga tetap terjaga kesuciannya,” kata Ketua Pasemetonan Jagabaya Agung I Gede Pawanan di Karangasem, Sabtu (15/9).

Hal itu disampaikan ditengah-tengah upacara berkangsung, nampak umat Hindu bersemangat dan penuh ketulusan “ngiring” Ida Betara Gunung Agung melasti.

Ia mengatakan, upacara tersebut sebagai momentum agar masyarakat selalu mengingat keagungan Gunung Agung yang memberikan penghidupan.

Gunung Agung sebagai sumber kehidupan baik mata air, penyubur lahan perkebenunan maupun menyediakan material yang berlimpah.

Untuk itu, pemanfataanya agar digunakan dengan baik sesuai dengan filosofi “Tri Hita Karana”.

Jika keseimbangan tersebut terganggu, dikhawatirkan membawa bencana yang merugikan alam dan manusianya.

Upakara itu juga diharapkan memulihkan aktivitas Gunung Agung agar kembali normal yang kini masih berstatus Siaga (level III).

Pada kesempatan itu, pihaknya melakukan pemantauan yang lebih intensif terhadap perkembangan Gunung Agung yang disalurkan melalui radio amatir, karena upakara melibatkan banyak masyarakat.

Kesiapsiagaan selalu ditingkatkan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Sementara itu, Ketua Ida Made Alit menambahkan, usai puncak karya pada Purnamaning Kapat Senin (24/9),dilanjutkan dengan nyejer selama satu bulan lebih tujuh hari atau selama 42 hari di Balai Pesamuan.

Pada kesempatan itu memberikan kesempatan lebih panjang krama ngaturang penganyar atau ngaturang sembah bakti . usai puncak karya pada Purnamaning Kapat Senin (24/9),dilanjutkan dengan nyejer selama satu bulan lebih tujuh hari atau selama 42 hari di Balai Pesamuan.

‘’Karya agung ini baru dilakukan panyineban (penutupan) pada 5 November 2018,’’ jelas Ida Made Alit.

Ia disampingi Ketua Panitia II Ketut Ngurah Subrata mengharapkan, dukungan semua pihak agar kegiatan upacara berlangsung sesuai rencana.

Termasuk kehadiran Presiden RI Joko Widodo rencana pada  puncak acara, apalagi Bali akan menjadi tuan rumah International Monetary Fund (IMF) dan World Bank bulan Oktober mendatang.

Upacara melasti juga dihadiri Bupati Mas Sumatri didampingi Wabup Artha Dipa dan Sekda Kab. Karangasem Adnya Mulyadi. (ART)

Previous Bupati Mas Sumatri Mundut Penuntun, Rangkaian Prosesi Melasti Ida Batara Luhur Gunung Agung ke Pantai Jasri
Next Jelang IMF-World Bank, 172 Tersangka Pelaku Kejahatan Jalanan Ditangkap

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *