Jawab Pesimisme Masa Depan Petani, Wujudkan Sekolah Unggulan Pertanian


Denpasar, suryadewata.com
Kepala Dinas (Kadis) Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali IB Wisnuardana menarik minat generasi muda menekuni dunia pertanian dengan mewujudkan sekolah unggulan pertanian.

Kehadiran Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Petang memberikan harapan baru dalam menyelamatkan dunia pertanian.

“Untuk itu, kami akan mendukung penuh secara teknis pengembangan sekolah pertanian ini yang merupakan pertama di Bali,” kata Wisnuardana di Denpasar, Senin (17/9).

Hal itu disampaikan usai melaksanakan kerjasama Southeast Asian Region Centre For Tropical Biology (SEAMO BIOTROP) dengan Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali di SMKN 1 Petang, Minggu (16/9).

Pada kesempatan itu hadir pula Sekretaris Jendral (Sekjen) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI Didik Suhardi, Direktur SEAMO BIOTROP Irdika Manzut dan Deputy Director of Administrations SEAMO Secretariat Prasert Teparnt.

Kegiatan itu sebagai upaya menepis pesimisme terhadap masa depan pertanian.

Sejatinya anak-anak yang menempuh pendidikan tersebut begitu antusias dalam mengikuti proses pendidikan.

Mereka tidak hanya menerima pembelajaran di kelas, namun diajak praktek langsung ke lapangan bersama petani.

Sementara ini, sekolah tersebut belum memiliki lahan sendiri untuk praktek atapun membangun demplot tanaman.

Sekolah masih bekerjasama dengan petani sekitar dalam percobaan pengembangan tanaman jeruk siam.

“Idealnya sekolah punya lahan praktek 1-2 hektare, kini masih kerjasama dengan petani setempat dengan sistem bagi hasil,” ujarnya.

Dalam memicu semangat melanjutkan pendidikan tinggi, Kemendikbud langsung memberikan dua siswa (putra putri) beasiswa Sarjana.

Ia mengharapkan, lulusannya menjadi sarjana pertanian dan menekuni pertanian, bukan bekerja di tempat lain.

Pemuda agar menjadi pelopor mengubah paradigma pertanian dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Kerjasama dengan SMKN 1 Petang sebagai bentuk pemberdayaan sebagai ujung tombak pertanian Indonesia mendapat prioritas pembangunan yang tertuang dalm instruksi Presiden No. 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing SDM Indonesia

Untuk itu, SDM Indonesia siap menghadapi industri 4.0 yang persaingannya semakin ketat. (ART)

Previous 16th PUTERI BALI REUNION : MERANGKAI KENANGAN MENJALIN KEBERSAMAAN MELALUI “PUTERI BALI SHINES”
Next Ditemui Jajaran PLN Distribusi Bali, Gubernur Wayan Koster Sampaikan Harapan Bali Mandiri Listrik

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *