Menko Luhut Resmikan Underpass Ngurah Rai, Ajak Masyarakat Kompak Dukung Pembangunan Bali


Badung, suryadewata.com
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengajak masyarakat agar kompak untuk mendukung penuh pembangunan Bali dalam menunjang pengembangan pariwsata.

Untuk itu, pro kontra agar dihindari sehingga situasi Bali tetap kondusif yang layak dijadikan pusat pariwsata dunia.

“Bali agar menjadi ‘hub’ atau penghubung seperti Singapura sehingga pariwisatanya tetap memiliki daya saing tidak ketinggalan dengan para pesaing,” kata Luhut di Badung, Sabtu (22/9).

Hal itu disampaikan ketika meresmikan Underpass Simpang Tugu Ngurai Rai depan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

Hadir pula Gubernur Bali Wayan Koster dan Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie Setiadi Moerwanto.

Pembangunan itu yang dipercepat hanya menghabiskan waktu selama 1,5 bulan yang memiliki panjang 912 meter.

“Kami betul bersyukur penyelesaian bisa lebih cepat daripada perkiraan, bulan September sudah rampung padahal perencanaan bulan Oktober,” ujarnya.

Fasilitas itu dibangun untuk menyambut pesta dunia perhelatan International Monetary Fund (IMF) dan World Bank bulan Oktober mendatang yang akan melibatkan sekitar 19.000 ribu delegasi dan peserta.

Ajang tersebut menjadi momentum dalam mempromosikan pariwisata Bali dan Indonesia.

Penopang pariwisata nasional, kontribusi Bali mencapai 40 persen. Dengan hal itu pemerintah pusat terus memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan infrastruktur pendukungnya.

Maka dari itu, pihaknya mendorong kajian pembangunan lainnya agar dipercepat yang kini sedang diteliti oleh World Bank bersama Univeritas Udayana.

Underpass diharapkan mampu memberikan solusi kemacetan sementara. Namun dalam jangka panjang hasil penelitian tersebut mampu memberikan solusi yang komprehensif.

Selain itu, dalam rangkaian IMF-WB 2018 Bali juga pengembangan Pelabuhan Benoa, perluasan Apron Bandara Ngurah Rai dan perampungan Patung Garuda Wisnu Kencana (GWK).

Menurutnya, kegiatan tersebut mampu menumbuhkan perekonomian Bali mencapai 6,54 persen dengan penerimaan Rp1,4 Triliyun.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengharapkan pemerintah pusat memberikan dukungan penuh terhadap sejumlah rencana pembangunan Bali.

Oleh karena Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih terbatas baru mencukupi biaya operasional, pendidikan dan kesehatan.

Namun dalam menjaga keberlanjutan pariwisata Bali membutuhkan pengembangan sejumlah infrastruktur.

Ajang itu juga diharapkan membangkitkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang menjadi modal utama. Kesempatan itu mampu mencetak pengusaha pemula mejadi profesional.

Lebih jauh, Gubernur Koster yang didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra menyampaikan bahwasannya keberadaan UMKM di Bali merupakan salah satu roda penggerak ekonomi masyarakat disamping sektor pariwisata.

Untuk itu, Gubernur minta agar UMKM turut dilibatkan dalam pelaksanaan IMF WB, sehingga dampak IMF WB secara ekonomi akan dapat dirasakan betul oleh masyarakat Bali khususnya bagi para pelaku UMKM.

“Berikan ruang pada UMKM untuk terlibat didalamnya , sehingga masyarakat merasakan dampaknya secara ekonomi. Bila perlu sewaktu waktu kuliner makanan Bali juga diperkenalkan. Persiapkan semua kegiatan dengan baik, pada prinsipkan Pemprov Bali mendukung penuh dan siap mensukseskan event ini, “ tutupnya. (ART)

Previous Asik Menenggak Arak, Sekelompok Pemuda terpaksa Berolahraga Malam
Next STPBI RAIH JUARA PERTAMA DI AJANG KOMPETISI MICE INTERNASIONAL

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *