Caleg PDIP Inda Asal Petang Perjuangkan Aspirasi Perempuan dan Anak-Anak


Badung, suryadewata.com
IG AA Inda Trimafo Yudha sebagai Calon Legislatif (Caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung Daerah Pemilihan (Dapil) Petang No Urut 3 Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memperjuangkan aspirasi perempuan dan anak-anak.

“Kaum perempuan sebagai minoritas agar ada yang menampung, menyatukan dan menyampaikan aspirasi tersebut,” kata Inda Trimafo di Denpasar, Jumat (28/9).

Ia juga Ketua DPD Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi (PUTRI) Bali mengatakan, pihaknya sebagai kaum perempuan yang dipandang lemah tidak boleh putus asa.

Namun perlunya peningkatan pendidikan dan membuka wawasan seluas-luasnya.

Upaya itu untuk mendapatkan informasi yang menjadi peluang dan usulan kebijakan yang menguntungkan kaum perempuan dan anak-anak.

Sepatutnya mendapatkan perlidungan dan penghormatan dari kaum laki-laki.

Tugas sebagai perempuan tidak saja mengurus rumah tangga namun diharapkan ikut berpartisipasi dalam membangun kemajuan bangsa dan negara sesuai dengan bakat dan kemampuan masing-masing.

Ia Komisaris PT Bali Chocolate (Pod Chocolate) mengakui ikut perhelatan pesta demokrasi mengingat sepanjang sejarah belum ada seorang ibu menjadi DPRD Kabupaten Badung dari Kecamatan Petang .

Sementara ini, Bupati Badung Giri Prasta Pertama yang menjadi  terfenomenal akan terobosan programnya dalam membangun Mangupura dan Bali.

Bahkan Ia juga cucu dari Pahlawan National I Gusti Ngurah Rai pun yang patut diteladani terlahir dari Petang.

“Semangat itu yang mendorong saya untuk dapat mengukir sejarah baru dan meneruskan perjuangan para pendahulu diera kekinian ini,” ujar Inda sebagai Ketua Dewan Pembina DPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Bali.

Dengan hal tersebut, darah pejuang melawan penjajah masih tertanam dalam dirinya.

Menurutnya, Indonesia meskipun sudah dinyatakam merdeka semenjak Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Namun pada kenyataannya, bangsa Indonesia belum mampu merdeka seutuhnya.

“Penjajahan masih dirasakannya meskipun sifatnya subyektif sesuai situasi dan kondisinya,” ungkapnya.

Penjajahan tidak semata perang fisik tetapi bisa dalam bentuk perang ideologi dan ekonomi.

Cara melawan itu, tentu dengan meningkatkan daya saing dan memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) khususnya bagi kaum perempuan dan anak-anak.

Kualitas perempuan dan anak-anak yang akan menentukan terwujudnya Indonesia emas 2045. (ART)

Previous TSUNAMI TERJANG PANTAI PALU, PENANGANAN DARURAT TERUS DILAKUKAN
Next Pesona Nusa Dua Fiesta 2018 di Peninsula Island,

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *