Ketum FBN Prof Setyo; Konser Kebangsaan Bela Bangsaku Perkuat NKRI


Denpasar, suryadewata.com

“Dialog Kebangsaan dan Konser Kebangsaan Bela Bangsaku” menambah wawasan kebangsaan dalam memperkuat bela negara semua lapisan masyarakat.

“Saya memandang acara ini merupakan bagian terpenting diseminasi informasi tentang bela negara sehingga dapat memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan dan meningkatkan persatuan dan kesatuan dalam bingkai Negata Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Ketua Umum Forum Bela Negara (FBN) Laksamana Muda TNI (Purn) Prof. Dr. Setyo Harnowo drg. Sp. BM(K), FICD, FICCDE.

Hal itu disampaikan ketika  dijumpai ketika “Dialog Kebangsaan dan Konser Kebangsaan Bela Bangsaku” di Panggung Ardha Chandra Art Center, Denpasar, Jumat (28/9) malam.

Pada kesempatan itu hadir Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati, Dirjen Potensi Pertahanan Kemenhan Prof. Dr. Ir. Bondan Tiara Sofyan, M.Si, Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra, Ketua Forum Bela Negara (FBN) Bali Agustinus Nahak dan pejabat-pejabat lainnya.

Begitu juga didampingi Penasehat FBN Bali Sudiarta Indrajaya, Chandra Salim dan Hery Sudiarto.

Sejatinya konsepsi semangat bela negara harus terus digaungkan kepada semua kalangan usia.

Tidak hanya untuk orang muda namun juga kepada orang tua agar mengingatkan kembali makna dan hakekat bela tanah air sepanjang hayat di kandung badan.
Hal tersebut dikemukakan oleh yang dijumpai saat

Sementara itu, Ketua FBN Bali Agustinus Nahak menambahkan, selama ini pihaknya dalam pergerakannya telah menunjukkan komitmennya yang begitu besar dalam upaya menebar virus-virus bela bangsa dan menjadi salah satu garda paling depan untuk ikut menjaga terbinanya kerukunan dan toleransi umat beragama di Provinsi Bali.

“FBN Bali patut dijadikan contoh bagaimana melakukan peran strategis sebagai organisasi massa yang tidak hanya fokus kepada bela negara akan tetapi juga berfungsi sebagai Penggiat Anti Narkoba,” pungkasnya.

Bela negara tidak hanya berperang ke meda perang, namun dapat menggunakan kemampuan masing-masing.

Bela negara dalam rangka menyelaraskan dan memantapkan upaya bela negara menjadi lebih sistematis, terstruktur, terstandardisasi, dan masif.

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2018 tentang Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019 (tautan: Inpres Nomor 7 Tahun 2018) pada 18 September 2018.

Ditegaskan dalam Inpres tersebut, pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Bela Negara Tahun 2018-2019 dapat mengikutsertakan peran masyarakat dan pelaku usaha sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sedangkan, Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat Bali untuk mengedepankan perdamaian dan keamanan serta rasa persaudaraan yang dilandasi dengan nilai-nilai luhur yang telah kita miliki.

“Kedua, menjaga keutuhan NKRI dengan Pancasila sebagai dasar negara dan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi kita,” ujar Koster. Ia juga berpesan agar warga Bali menjunjung tinggi Bhineka Tunggal Ika, toleransi dan saling hormat-menghormati.

Koster menyambut gembira pelaksanaan dialog kebangsaan ditengah perhelatan pesta demokrasi pileg dan pilpres. Dialog semacam ini diharapkan bisa membawa angin sejuk perdamaian dan persaudaraan diantara kita sebagai saudara sebangsa dan setanah air, sehingga pesta demokrasi yang kita laksanakan berlangsung dengan penuh keceriaan, kedamaian, aman dan bermartabat yang sebesar-besarnya untuk kepentingan bangsa dan masyarakat Indonesia, kata mantan anggota DPR RI ini.

“Untuk masyarakat Bali, sebagai daerah tujuan pariwisata dunia, kedamaian dan keamanan merupakan hal penting untuk menjaga keberlangsungan kehidupan pariwisata di Bali,” ujarnya.

Gubernur asal Buleleng ini menyampaikan tantangan yang dihadapi bangsa ini amat kompleks. Selain perekonomian global yang melemah, tantangan akan disintegrasi bangsa juga terus menerus merongrong kehidupan berbangsa dan bernegara melalui berbagai isu yang berkembang di masyarakat dan tersebarluaskan melalui perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesatnya.

“Dengan bertemu dan bertatap muka langsung, saling sapa dan senyum penuh keakraban melalui dialog di ruang publik, maka segala kesalahpahaman, kecurigaan, ketersinggungan, perbedaan kita harapkan lenyap berganti dengan rasa saling memilikiii, bersaudara, satu Bangsa dan Tanah Air Indonesia,” kata Gubernur Koster. (ART)

Previous Pancasila Sebagai Landasan Kerja Mencapai Prestasi Bangsa
Next Peringati Hari Kesaktian Pancasila Pramuka SMK Farmasi Saraswati 3 Denpasar Gelar Edukasi dan Sosialisasi Tentang Bahaya Narkoba

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *