MoU Wujudkan Energi Bali Bersih dan Hijau


Denpasar, suryadewata.com
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendukung pemerintah Bali dalam membangun dan mengembangkan energi bersih, hijau dan indah.

“Program ini pantas dilaksanakan karena Bali sebagai daerah wisatawan,” kata Johan di Badung, Jumat (5/10).

Hal itu disampaikan ketika kuliah umum Universitas Udayana dan penandatanganan kerjasama (MoU) Gubernur Bali I Wayan Koster BPESDM tentang Bali Clean Energy Centre (Rencana di Bangli), Pertamina tentang energy bersih dan Kendaraan listrik, Indonesian power tentang switching Power plant ke gas, PLN tentang PLTSampah Suwung dan sinkronisasi kebutuhan listrik memakai Clean Energy.

Pengembangan energi terbarukan agar terus dikembangkan karena tidak bisa bergantung pada sumber tak terbarukan.

Namun pengaturan harga agar diatur dengan baik sehingga bisa berjalan secara berkelanjutan baik penghasil energi maupun para konsumen.

Pemilihan energi terbarukan untuk mengurangi dampak polusi dan menjaga kualitas udara tetap bersih.

Selama ini pihaknya telah membangun sejumlah energi terbarukan dan mengupayakan seluruh rakyat dapat menikmati.

Pada pemaparan tersebut pihaknya memutarkan proyek-proyek yang dikerjakan selama empat tahun.

Upaya itu memberikan akses energi secara merata kepada seluruh rakyat Indonesia melalui pembangunan infrastruktur sektor ESDM serta pengoptimalan potensi sumber energi setempat dengan harga terjangkau dan berkelanjutan.

Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 33, yakni energi harus digunakan sebesar-besarnya kemaslahatan rakyat, bangsa dan negara.

“Kita patut pengembangan energi agar dinikmati oleh seluruh warga negara dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster mengaku akan segera menindaklajuti dengan Peraturan Gubernur (Pilgub) dan Peraturan Daerah (Perda).

Dengan pengaturan itu bisa sejalan dengan visi misi “Sad Kertih Loka Bali”.

Untuk itu, Pergub akan mengatur pemanfaatan dan pengembangan energi bersih di Bali.

Upaya itu sebagai implementasi Pemerintah Bali dalam mengurangi penggunaan bahan bakar minyak dengan melakukan konversi penggunaan batubara ke gas.

Pengembangan dan pemanfaatan energi bersih dan terbarukan sebagai alternatif yang tepat Untuk memenuhi kebutuhan listrik.

Daya mampu pembangkit sebesar 1.225 MW ditambah dengan pembangkit energi terbarukan dua kali 1 MW untuk PLTS  dan sebesar 1,4 MW untuk PLTMH.

Saat ini pembangkit yang sudah revitalisasi dengan bahan bakar gas adalah PLTD Pesanggaran 200 MW. Beban puncak Tahun 2018 tercatat 863,2 MW, maka “Reserve Margin” atau Cadangan Daya Mampu Kelistrikan Bali masih mencukupi 45 persen.

Namun ke depan tingkat pertumbuhan konsumsi listrik Bali cukup tinggi mencapai 50 MW per-tahun, sedangkan per-Agustus 2018 Rasio Elektrifikasi (RE) Bali sudah mencapai sebesar 99,99 persen. (ART)

Previous Gubernur Koster : Bali Siap Selenggarakan IMF-WBG 2018
Next Resmikan Penggunaan Aksara Bali, Gubernur Koster Harapkan Dukungan Krama Bali

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *