Perkuat NKRI, Ribuan Akan Ikuti Senam Massal AW S3 di Lapangan Bajrasandhi


Denpasar, suryadewata.com
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau 1.340 suku bangsa.

Keragaman tersebut menjadi identitas bangsa Indonesia dengan negara yang lainnya di dunia.

Dalam merawat keragaman itu, Perhimpunan Indonesia Tiongkok (INTI) Bali akan menggelar Senam Massal Andrie Wongso (AW) Sehat – Semangat – Senang (S3) yang diciptakan oleh Motivator No. 1 Indonesia Andrie Wongso di Lapangan Utara Bajra Sandi Puputan Renon Denpasar pada tanggal 11 November mendatang.

Kegiatan itu menghadirkan ribuan orang dalam rangkaian memperingati Hari Pahlawan, Sumpah Pemuda dan Puputan Margarana.

Ajang itu sebagai kegiatan penyempurnaan tahun lalu, saat ini mengedepankan “Spirit Hari Pahlawan dan Puputan Margarana” menjadikan contoh kerukunan, kedamaian dan keharmonisan kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

Mengingat Bali sebagai pulau yang indah alamnya ramah dan santun masyarakatnya luhur budayanya dan cinta damai.

Maka acara itu mendapatkan sambutan yang antusias dari Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Bali.

Menurut Ketua Forum Komunikasi Paguyuban Etnis Nusantara (FKPEN) Bali AA Bagus Ngurah Agung mengharapkan, ajang tersebut sebagai momentum untuk menyatukan semangat bersama dalam membangun Indonesia dari keberagaman.

Upaya itu mampu meningkatkan rasa kekeluargaan antar etnis yang ada di Bali pada khususnya maupun Indonesia.

Dengan kegiatan senam mampu mendorong semangat anggota dalam melatih diri menjaga kesehatannya.

Mengingat kesehatan hal yang paling berharga yang patut diberikan perhatian serius.

Dengan gerakan senam AW S3 diyakini menjadi solusi yang baik bagi masyarakat karena mudah dilakukan.

“Senam AW S3 ini juga mampu menggemakan kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan,” harapnya dengan 30 kelompok etnis.

Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Bali Gusti Bagus Saputra menambahkan, senam itu sebagai instrumen dalam membangun kebersamaan dalam mewujudkan masyarakat yang sehat, semangat dan bahagia.

“Kami itu pun dulu yang jadikan modal dalam berjuang melawan penjajah Belanda tahun 1945,” ungkapnya.

Menurutnya, sakit tidak hanya datang dari badan, namun berawal dari pikiran.

Untuk itu, mewujudkan kesehatan jasmani dan rohani dengan senam AW S3 diyakini efektif karena memadukan gerak yang sudah teruji.

Kebahagiaan sejati akan lebih terasa ketika mampu berbuat untuk kepentingan orang banyak.

“Kami buktikan ketika melawan penjajah, meskipun dengan senjata sederhana namun bisa kalahkan mereka.” ungkapnya.

Acara tersebut juga digelar di Puputan Margarana bersama para veteran sekaligus menabur bunga di Makam para pejuang Kemerdekaan NKRI dibawah Pimpinan I Gusti Ngurah Rai yang namanya diabadikan sebagai Jalan, Kampus, Bandara Internasional maupun Kapal Republik Indonesia (KRI) TNI AL.

Hal itu pun mendapatkan dukungan dari Sekretaris Umum Rumpun Banyumasan Bali Herri Susanto, Ketua Paguyuban Pasundan Bali mendukung penuh acara itu agar terlaksana sesuai dengan rencana.

Kegiatan itu dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sehingga anak muda gemar berolahraga, sekaligus para lansia dapat mengikuti karena gerakan senamnya mudah ditirukan.

Dukungan berbagai elemen tersebut yang membuktikan bahwa perbedaan yang dimiliki Indonesia bukan sebuah perbedaan tetapi sebagai kekayaan yang bernilai tinggi.

Hal itu yang tertuang dalam Pancasila sebagai dasar negara yang paling ideal karena mampu mengimplementasi nilai-nilai kehidupan.

Sepatutnya sebagai bangsa mampu menjaganya dengan penuh kekuatan yang dimiliki.

Sedangkan Ketua Perhimpunan INTI Bali Sudiarta Indrajaya memilih Lapangan Bajrasandhi Renon karena letaknya strategis dan untuk memberikan kesempatan masyarakat luas merasakan manfaat luar biasa senam AW S3.

“Masyarakat Bali sangat antusias mengikuti karena gerakannya sederhana, menyenangkan dan menyehatkan,” ujarnya.

Pelatihan senam AW S3 juga terbuka untuk umum yang diselenggaran di Lapangan Timur Bajra Sandi, rutin setiap Rabu dan Sabtu jam 7-8 pagi.

Senam AW S3 ini mudah ditirukan dan mampu menyembuhkan penyakit lutut dan sangat baik buat kesehatan, jelas Sin yang juga salah satu inisiator Gema Perdamaian.

Senam AW S3 sebagai wadah perekat bangsa memiliki makna yang dalam tujuannya disamping membangun kesadaran pentingnya pola hidup sehat semangat dan senang tetapi juga menjadi contoh kerukunan dan keharmonisan serta kedamaian.

Masyarakat menggemari senam tersebut karena mudah dilakukan, tanpa biaya, tempatnya juga fleksibel dan dapat dilakukan oleh siapa saja dan kapanpun juga.

Untuk itu, senam itu cocok bagi mereka yang ingin hidup sehat dan merindukan sebuah kedamaian. Sehingga tercipta club-club Senam AW S3 hingga pelosok pedesaan.

“Senam dapat dijadikan instrumen dalam merawat NKRI bukan hanya kesehatan jasmani dan rohani,” ungkapnya.

Oleh karena, perubahan zaman begitu besar, nampaknya adanya berbagai upaya terjadi dalam memecah perdamaian NKRI.

Kondisi itu yang memprihantikan anak bangsa, apalagi mengingat perjuangan para pejuang termasuk veteran telah mengorbankan jiwa dan raga dalam mempertahankan dan merebut kemerdekaan RI dari tangan penjajah.

“Saya harap acara itu melahirkan generasi bangsa yang menjadi tauladan masa depan negara menuju keemasan,” tutupnya. (ART)

Previous Air Terjun Krisik Jadi Lokasi Deklarasi Pemuda Bangli
Next PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) Kukuhkan Posisinya Sebagai Layanan Peer to Peer Lending

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *