Uluwatu Art Festival ke 2 Ajang Promosi Pariwisata, Lestarikan dan Wariskan Budaya


Badung, suryadewata.com

Desa Pecatu kembali menggelar Uluwatu Art Festival ke 2 yang dibuka Wakil Bupati Badung, selama 3 hari yang berlangsung dari tanggal 26 – 28/10/2018

Yoga Puniantara selaku ketua pelaksana lapangan mengatakan Uluwatu Art Festival merupakan kegiatan Dinas Pariwisata Badung dan masyarakat desa Pecatu dengan tujuan mempromosikan pariwisata Uluwatu dan desa pecatu pada umumnya juga sebagai pemberdayaan masyarakat lokal. Festival swakelola bekerjasama dengan Karang Taruna sebagai generasi muda Desa Pecatu.

Melalui Festival ini berusaha memperomosikan objekt-object lainya, banyak tempat-tempat yang belum terkenal tapi layak sebagai tempat wisata disamping itu melestarikan kebudayaan seperti tarian, seni musik tradisional, makanan lokal berupa moreng ciri khas Bukit.

Pada festival kali ini ada 25 stand meliputi stand kerajinan, makanan lokal, busana adat budaya Bali dan stand usaha lokal.

Festival ini mengambil tema “The Peninsula Of  Great Heritage “, dimana desa Pecatu ini terletak disebuah semenanjung yang memiliki banyak warisan-warisan luhur yang harus dilestarikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya….jelas Yoga Puniantara

I Ketut Suiasa, Wakil Bupati Badung yang membuka festival ini dalam sambutanya menjelaskan festival ini merupakan proses panjang dengan gotong royong. Karena sesuatu yang dilakukan terintegrasi dan terkoneksi dengan visi dan misi pemerintah Kabupaten Badung akan pasti bisa menhasilkan hasil yang maksimal.

Terutama terintegrasi dengan Program Pembangunan Semesta Berencana  dengan lima program utama, bagaimana mengkaloborasikan antara aspek  agama, budaya, seni dan tradisi diharmonisasikan dengan komponen aspek tujuan pariwisata.

Semua komponen diintegrasikan dan dikoneksikan secara bergotong royong, seluruh komponen baik pemerintah maupun masyarakat termasuk pelaku – pelaku pariwisata.

Suiasa juga mengajak semua komponen yang terlibat dipariwisata selalu menjaga bagaimana membangun pariwisata yang berkualitas yang meliputi tiga basis pariwisata yaitu pariwisata budaya ( Culture Tourism ) , pariwisata yang berpihak pada lingkungan dan pariwisata berbasis kepada masayarakat.
Ketiga basis pariwisata ini harus dijaga kualitasnya.

” Tepat sekali secara bersama-sama menjaga aspek budaya, lingkungan dan masyarakat selalu ditingkatkan secara bersama-sama juga “, tegas Suiasa
(yut)

Previous Gubernur Koster Terima Kunjungan DPW Bali IMO-Indonesia. Jalin Komunikasi dan Silaturahmi
Next Tim Gabungan Polres dan Polsek Bangli, Berhasil Tangkap Residivis Kasus Pencurian.

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *