Kejuaraan Internasional Bali Open Dance Sport Digelar di Kuta Bali.


Badung, suryadewata.com

Kejuaraan Internasional Bali Open Dance Sport yang perdana diselenggarakan oleh IODI (Ikatan Olahraga Dansa Indonesia) di Padma Resort Legian, Kuta, Badung dari tanggal 25 – 28 Oktober 2018

Ni Made Suparmi selaku Ketua IODI Provinsi Bali dan Sekjen PP IODI menjelaskan Kejuaran Internasional Bali Open IODI yang  perdana bekerjasama dengan maestro dance sport Luca  Fany yang juga sebagai event organizer (EO) ini diikuti oleh 17 negara dan disuport penuh oleh Kementrian Pendidikan dan Olahraga (Kemenpora)

Kejuaraan ini memberikan kesempatan kepada seluruh atlet Provinsi Bali khusunya bisa mendapatkan pengalaman.

Dari kelas-kelas yang dipertandingkan diantaranya kelas yunior, pemula, senior dan profesional.

Untuk peserta total dengan kekuatan penuh berjumalah 340 dan dari Bali yang terdaftar 173 orang dari seluruh Provinsi Bali sedang persiapanya dari masing-masing pencab untuk membina dan pelatihan masing-masing sekalian pendaftaran.

” Kami hanya mensuport dan mewadahi dan memeberikan fasilitas dan kemudahan dalam kejuaraan ini “, jelas Suparmi

Dance sport sudah masuk dalam cabor (Cabang Olahraga) yang sudah dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) dan di PON Jakarta Barat kemarin mendapat 15 medali dan untuk PON di Papua tahun 2020 memperebutkan 17 medali.

Perhelatan yang akan datang adalah Pra PON dan Bali ditujuk sebagai tuan rumah akan menjadi kesempatan altet Bali memperlihatkan permainan terbaik dan memperoleh kuota yang lebih banyak lagi

Tahun 2019 Dance Sport sudah resmi akan dipertandingkan di Sea Games Filiphina.

Event ini diselenggarakan untuk Bali khususnya para atlet lebih mendapatkan pengalaman dan atlet Bali mendapat medali emas ini suatu prestasi luar biasa walaupun masih dalam tahapan pemula. Ada amatir dari Racing star memperoleh medali emas dari kelas Racing Star Amatir Standar dan Free M Standar

Adapun peserta dari luar Negeri ada 17 negara seperti dari Italia, Ukrania, Jepang, China, Hongkong, Taiwan, Vietnam, Singapura, Malaysia, India dan 7 negara lainya.

Peserta dari India memberikan kejutan yang biasanya jarang ikut pertandingan walaupun menurunkan peserta pemula mulai eksis.

Rival yang paling berat tentunya dari Eropa, Ukrania, Italia yang tampil sangat bagus ini memberi pelajaran kepada peserta seluruhnya….terang Ni Made Suparmi

Previous Kasdim Gianyar Berikan Edukasi Wawasan Kebangsaan
Next Tirtawan PIdanakan Mafia Tiongkok Tirtawan : Segera Saya Laporkan ke POlda Bali

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *