Tirtawan PIdanakan Mafia Tiongkok Tirtawan : Segera Saya Laporkan ke POlda Bali


DENPASAR, suryadewata.com

Kasus mafia Tiongkok dianggap membuat Bali tercoreng dimata dunia, khususnya wisatawan Tiongkok (China). Lantaran sebagian besar wisatawan merasa ditipu jaringan toko – toko mafia Tiongkok. Bahkan media Tiongkok ada yang memuat, bahwa Bali disebut Negara penuh penipu. Parahnya permainan para mafia Tiongkok, membuat Anggota Komisi I DPRD Bali Nyoman Tirtawan berang. Bahkan berjanji akan melaporkan ke proses hukum atau membawa ke jalur pidana.

Nyoman Tirtawan mengatakan, dirinya akan melaporkan kasus ini ke Polda Bali. “Saya segera akan laporkan kasus ini ke Polda Bali, jika sampai saat ini pihak polisi belum turun tangan atas banyak pelanggaran ini,” ujar politisi asal Bebetin, Buleleng ini kemarin.

Tirtawan mengatakan indikasi pelanggaran hukum sudah jelas dan terang benderang. Baginya polisi tidak akan sulit mengusut kasus ini. “Segera akan saya laporkan, untuk kasus ini segera bisa diusut secara pidana. Dan dihukum seberat – beratnya, untuk memberikan efek jera,” urainya.

Pertama dia mengatakan, adanya stempel dengan burung garuda disalah satu jaringan toko besar mafia Tiongkok. Garuda itu berisi tulisan Indonesia. Tujuannya untuk menguatkan, bahwa Indonesia dianggap menguatkan usaia tersebut. “Simbol Negara, yang begitu kita sakralkan. Dengan makna – makna luar biasa, dipakai stempel toko. Yang jaringannya banyak melanggar hukum,” jelas Tirtawan.

Baginya masalah stempel Garuda bukan masalah enteng. Masalah ini semestinya sudah diusut tanpa ada, yang melaporkan. Karena hanya pemerintah yang boleh menggunakan gambar garuda dalam kop surat dan lainnya. “Jika sampai toko – toko menyalahgunakan, jelas pidana. Ini harus diusut tuntas, besok – besok bisa – bisa pabrik narkoba mengunakan stempel garuda. Ini penghinaan terhadap kedaolatan negeri ini,” urai vokalis DPRD Bali ini.

Selain masalah stempel toko, juga ada mempekerjakan WNA (warga Negara asing), dari Tiongkok secara illegal. Dia memastikan illegal karena tidak boleh penjaga toko adalah WNA, jadi pasti illegal. “Yang mempekerjakan bisa dihukum pidana, dan denda. Yang dipekerjakan dideportasi,” sambung Tirtawan.

Tak hanya itu, proses pajak dari jaringan toko mafia Tiongkok juga diduga ada permainan pajak. Karena penjualannya secara illegal, jelas pajak – pajaknya juga tidak dibayar. Ini juga mesti diusut oleh penegak hukum. Termasuk juga ada dugaan penjualan barang – barang palsu. “Barang – barang palsu, juga mesti diusut secara pidana. Ini yang membuat citra Bali sangat buruk, karena Bali dianggap gudang penipu. Padahal yang menipu pengusaha dari Tiongkok juga,” kata politisi Nasdem ini.

Selama ini aktivitas mereka menjual, karet olahan menjadi kasur latek dan lainnya. ada penjualan perhiasan, ada penjualan obat – obatan, ada penjualan alat – alat dapur, batu mulia dan lainnya. semua dikatakan hasil dari Bali atau Indonesia yang unggul. Padahal rata – rata adalah barang itu malah didatangkan dari Tiongkok. “Bagaimana dokumen barang itu masuk Bali. Kemudian kemasannya diubah dan lainnya, ini jelas – jelas merugikan konsumen. Menipu, ini kejahatan murni. Ini juga akan akan menjadi bahan laporkan,” sambungnya.

Selain itu, mesti diusut juga jaringan – jaringan mereka bersama travel agent atau Biro Perjalanan Wisata, yang aktivitanya illegal di Bali. Banyak mereka membangun jaringan sama – sama illegal. “Langkah pertama mesti ditutup, aktivitas mereka. baru usut secara pidana,” desaknya.

Bahkan Tirtawan juga mengingatkan, bahwa ada kesepakatan sebelumnya antara BTB (Bali Tourism Board) yang sebelumnya, membuat geger karena tiba – tiba membuat kesepakatan dengan para mafia Tiongkok. Ada lima butir kesepakatan, yang seolah – olah BTB bisa memberikan jalan keluar. “Yang perlu harus dicek oleh penegak hukum. Ada kesepakatan apa diluar yang kelihatan itu, ini yang harus diusut. Agar bisa nanti terungkap, apa motif aneh BTB dalam kasus ini. Kami akan sampaikan juga dalam laporan ke polisi,” tegasnya.

Bagi Tirtawan, ada kejanggalan luar biasa ketika BTB seolah – olah menjadi wakil Bali membuat kesepakatan dengan para “penjahat” yang jelas – jelas merusak pariwisata Bali. “Ini yang harus dibongkar oleh penagak hukum. Beberapa point yang akan menjadi laporan saya ke POlda Bali,” pungkasnya.

Previous Kejuaraan Internasional Bali Open Dance Sport Digelar di Kuta Bali.
Next Dandim 1626 Bangli Dan Camat Kintamani Pimpin Kegiatan Bersih Bersih

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *