OTT Karcis Masuk Obyek Wisata Tirta Empul


Gianyar, suryadewata.com

Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Tim Saber Pungli Polres Gianyar yang terjadi di Obyek Wisata Tirta Empul Desa Adat Manukaya Let Kecamatan Tampaksiring Gianyar pada Selasa tanggal 6 November 2018 terhadap dua orang penjaga karcis hingga saat ini belum menetapkan tersangka lantaran pihak Kepolisian masih terus mendalami kasusnya.

Kapolres Gianyar AKBP Priyanto, didampingi AKP Deni Septiawan, S.I.K Kasat Reskrim Polres Gianyar dan Humas Polda Bali Kompol Ismi Rahayu, mengatakan,” belum ditetapkannya Bendesa Adat Desa Manukaya Let dkk sebagai tersangka karena harus menunggu keterangan saksi ahli hukum pidana,”terangnya.

Kasus ini mencuat setelah adanya informasi ada pungutan karcis masuk tidak sesuai dengan Perda Nomor 8 Tahun 2010 tentang retribusi tempat rekreasi dan olahraga dan perjanjian kerjasama antara Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar dengan Adat Manukaya Let yang mana dalam perjanjian tersebut telah disepakati pungutan karcis dilakukan dari jam 7.00 wita sampai 18.00 wita dengan harga tiket masing-masing untuk dewasa Rp 15.000/orang dan anak-anak Rp 7500/orang. Hasil pungutan tersebut oleh petugas dari Dinas Pariwisata dimasukan ke Kas Daerah Kabupaten Gianyar. Kemudian sesuai perjanjian 60% untuk Dinas Pariwisata dan 40% untuk Desa Adat Manukaya Let.

“Namun sejak tanggal 1 Oktober 2013 sampai dengan tanggal 6 November 2018 Desa Adat Manukaya Let berdasarkan perarem nomor 4 tahun 2013 mengambil alih pungutan karcis masuk dari pukul 15.00 wita sampai dengan selesai kunjungan wisatawan/tamu terakhir dengan harga tiket yang sama dengan menggunakan tiket dari Desa Adat Manukaya Let tanpa persetujuan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Gianyar. Hasilnya juga tidak disetorkan ke Kas Daerah Kabupaten Gianyar, namun  dimasukan ke Kas Desa Adat Manukaya Let,”ungkap Kapolres Gianyar AKBP Priyanto di Mako Polres Gianyar, Senin (12/11/2018).

Daru informasi tersebut, Satgas Saber Pungli yang dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim AKP Deni Septiawan, S.I.K, melakukan penyelidikan atas kebenaran informasi dimaksud, kemudian mengamankan sejumlah saksi untuk dimintai keterangan terkait kasus ini. Hasil pemeriksaan sementara diketahui dari tanggal 1 Oktober 2013 sampai dengan tanggal 6 November 2018 diperoleh hasil pungutan karcis sebesar Rp 18.116.977.937, yang harusnya diterima oleh Desa Adat Manukaya Let adalah 40% atau setara dengan Rp 7.246.791.175 dan sisanya 60% dari jumlah tersebut sebesar Rp 10.870.186.762 harus disetor ke Kas Daerah Kabupaten Gianyar, namun seluruh hasil penjualan tiket sejak 1 Oktober 2013 hingga 6 November 2018 disetorkan ke Kas Desa Adat Manukaya Let di LPD setempat.

“Aparat kemudian mengecek di LPD tertanggal 9 November 2018 yang ternyata sisanya hanya Rp 458.572.500,.dimana selisihnya sebesar Rp 17.658.405.437 tidak jelas penggunaan dan pertanggungjawabannya sehingga diduga ada perbuatan melawan hukum dan atau penyalahgunaan kewenangan yang diduga dilakukan oleh pengurus/prajuru dalam pengelolaan dana karcis tersebut,”tambah Kapolres.

Setelah kasus ini, untuk sementara ada 12 orang yang sudah diperiksa untuk dimintai keterangan. Barang-barang yang disita petugas adalah: uang tunai, dua bendel karcis (Karcis Dinas Pariwisata dan Karcis Desa Adat Manukaya Let), buku pemasukan dan pengeluaran karcis,dll.

Para pelanggar diancam dengan hukuman 4-20 tahun penjara karena melanggar Pasal 2 ayat (1) Jo pasal 18, atau pasal 3 jo pasal 18, dan atau pasal 12 huruf e Jo 18 dan atau pasal 11 jo 18 UU RI no 31 tahun 1999 Jo UU RI NO. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Previous TINGKATKAN KOMPETENSI DAN PERAN POTENSI SAR MELALUI PELATIHAN JUNGLE RESCUE
Next Pangdam IX/Udayana : Tingkatkan Kemampuan Jihandak Sebagai Ciri Khas Satuan Zipur

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *