Perkuat Kualitas SDM, GJN Gaungkan Perdamian


Jakarta, suryadewata.com

Penyelengaraan Gita Jayanti Nasional (GJN) 2018 akan memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan menerapkan nilai-nilai universal kitab suci Bhagavad-gita.

Implementasi tersebut mampu memberikan kontribusi terhadap bangsa dan negara dalam mewujudkan kehidupan yang damai, ditengah-tengah memanasnya pesta demokrasi Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Acara ini mampu memberikan vibrasi positif dalam menjaga kerukunan dan keutuhan warga negara Indonesia yang beragam adat, suku, budaya maupun agama,” kata Ketua Panitia GJN 2018 I Made Gede Yagustana di Jakarta, Selasa (13/11).

Hal itu disampaikan ketika audensi kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo yang diterima oleh Staf Khusus Kepresidenan RI AA Ari Dwipayana di Gedung III Utama Kementrian Sekretariat Negara, Jakarta.

GJN 2018 yang diselenggarakan Perkumpulan International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) Indonesia bekerjasama dengan Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

Kegiatan itu mengusung tema “Bersatu Bekerja Menuju Kejayaan NKRI”. Kata “Jaya” di sini sangat bermakna, sebab melingkupi kejayaan negara secara menyeluruh.

Dengan menggelar Gita Edukasi (seminar, gita champion), Gita Aksi (Gita Yoga,  Bakti Sosial), Gita Puja dan Pancak Gita Jayanti Nasional 2018.

Ia mengatakan, ajang tersebut mampu menggaungkan perdamaian dan kesadaran masyarakat dalam menjaga toleransi.

Oleh karena, keadaan yang damai itu menjadi modal pengembangan pariwisata Bali, mengingat sektor tersebut sebagai sumber andalan daerah.

“Bali patut kita jaga bersama karena jadi ikon daripada Indonesia, citra itu patut kita jaga bersama dari berbagai komponen,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya juga akan memperkenalkan pengetahuan Veda Bhagavad-gita dapat dijadikan tuntunan dan pedoman hidup bagi umat Hindu.

Oleh karena, Bhagavad-gita merupakan intisari daripada pengetahuan Veda itu sendiri yang diuraikan dengan lengkap.

Kegiatan itu mampu mengaungkan kemuliaan Bhagavad-gita sehingga masyarakat semakin mengenal dan mau mempelajari kitab suci.

Upaya itu dalam memperkuat “srada” dan “bhakti” umat Hindu, generasi muda perlunya penguatan hal-hal tersebut.

“Bali banyak mewariskan implementasi Bhagavad-gita yang disajikan dalam bentuk cerita, tembang dan lainnya, namun kini telah memudar pendidikan tersebut pada dunia sekolah,” tutupnya. (ART)

Previous Sidang GBC Malindo Ke 41 Di Gelar di Kuta, Wakasad Tiba Di Bali
Next Supena Pamerkan Karya Seni Lukis Abstrak di Gallery Santrian Sanur

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *