Polda Bali Periksa Tirtawan terkait Mafia Tiongkok


Denpasar, suryadewata.com

Setelah terkuak beberapa pelanggaran dan indikasi kejahatan jaringan Toko mafia Tiongkok di Bali, dengan kondisi ini Anggota DPRD Bali Nyoman Tirtawan melaporkan secara pidana kasus ini. Sempat lama mandeg, Tirtawan sempat menanyakan ke Polda Bali. Dan akhirnya Tirtawan sudah diperiksa atau memberikan keterangan atas panggilan Polda, selama tiga jam.

Anggota Komisi I DPRD Bali Nyoman Tirtawan memberikan penjelasan kemarin, bahwa Selasa (13/11) selaku pelapor dirinya dipanggil Polda Bali bersama pelapor Ketua Dewan Pembina LSM-FPMK Gede Suardana. “Selasa beberapa waktu lalu, saya sudah dipanggil Polda Bali untuk diminta keterangan. Saya dipanggil bersama Gede Suardana,” jelas politisi yang sempat memangkas anggaran Pilgub Bali, hingga Rp 91 miliar ini.

Dia mengatakan, setelah lama tidak ada kabar laporan yang dia buat. Bahkan sempat mengecek ke Polda Bali, akhirnya ada perkembangan laporan yang dia buat. Tirtawan mengatakan, sekitar 3 jam memberikan keterangan atas laporan yang dibuat. “Yang memeriksa dibidang Reskrimum, oleh pemeriksa Putu Widastra,” kata politisi asal Bebetin, Buleleng ini.

Tirtawan diminta menjelaskan laporan yang disampaikan. Intinya dia menjelaskan, bahwa praktek jaringan mafia Tiongkok itu memang memiliki banyak pelanggaran. Misalnya mempekerjakan TKA (Tenaga Kerja Asing), sebagai penjaga toko. Jelas – jelas ini pelanggaran, bahkan ancaman pidana bagi yang mempekerjakan. Kemudian indikasi penggelapan pajak, indikasi penipuan, pemaksaan, indikasi barang palsu, indikasi aktivitas mereka ingin dilindungi oleh BTB dan yang paling parah adalah pelecehan simbol Negara yaitu Burung Garuda Pancasila. “Jadi semua indikasi pelanggaran, dugaan kejahatan atau pelanggaran pidana itu bagi saya sebenar bukan lagi delik aduan. Namun pidana murni, tanpa ada laporan mestinya sudah ditindak, saya tegasnya seperti itu,” kata politisi Partai Nasdem ini.

Dia juga mengatakan, apalagi terkait penggunaan simbol Negara sebagai stempel nota atau invoice. Tujuannya juga jelas – jelas, ingin meyakinkan konsumen yaitu wisatawan Tiongkok, seolah Negara Indonesia mendukung penuh aktivitas mereka. “Ini sudah jahat, luar biasa, pelecehan. Mestinya polisi tidak lagi menungu laporkan, langsung tindak tegas,” harap dia.

Termasuk imbas, semua ini dijelaskan oleh Tirtawan. Bahwa sudah terbangun citra, jika Bali adalah sebuah pulau yang penuh dengan pembohong. Wiusatawan tiongkok yang ke Bali, merasa ditipu. “Padahal yang menipu sesame saudara mereka. Bali kena gejah jeleknya, citra Bali rusak. Ini sangat mahal, kerugian citra Bali yang rusak di Tiongkok ini tak ternilai orang uang. Padahal Tiongkok Negara potensial untuk menyumpangkan wisatawan ke Bali,” tandas Tirtawan.

Apa langakah polda selanjutnya? Dia mengatakan, Polda berjanji akan segera menindak dan memanggil semua pihak terkait. Mulai pigak Onbase, yang diduga menggunakan simbol Burung Garuda, pihak BTB yang terindikasi ingin melindungi aktivitas mereka dan pihak – pihak lain. “Segera akan dipanggil semua, saya sebagai pelapor yang pertama di periksa. Pemeriksa mengatakan, karena kasus ini dilaporkan Anggota DPRD Bali, jelas akan menjadi prioritas. Mestinya semua laporan masyarakat ditindaklanjuti serius,” pungkasnya.

Seperti halnya berita sebelumnya, Ancaman Anggota DPRD Bali Nyoman Tirtawan untuk melaporkan kasus mafia Tiongkok ke Polda Bali, bukan gertak sambal. Kemarin Tirtawan resmi melaporkan beberapa pihak ke Polda Bali. Selain jaringan Mafia Tiongkok, Tirtawan juga melaporkan pihak BTB yang dianggap melindungi aktivitas para mafia Tiongkok dengan membuat kesepakatan.

Laporan itu dengan nomor 01-LAPDU/X/2018, pada 29 Oktober 2018. Surat ditujukan ke Kapolda Bali Irjen Pol. Dr. Petrus Reinhard Golose, pelapor adalah Ketua Dewan Pembina LSM-FPMK dan Nyoman Tirtawan selaku Anggota DPRD Bali.

Laporannya adalah dugaan tindak pidana di wilayah Bali. Dijelaskan dalam surat itu, adalah Bali sebagai destinasi pariwisata sangat bergantung dengan keamanan, kenyamanan wisatawan. Serta mesti dijaga nama baik Bali dimata dunia. Untuk itu diharapkan Polda Bali bisa melakukan penyelidikan, terkait adanya tindak pidana, oleh pelaku wisata dan oknum warga Tiongkok  di Bali.

Dugaan pidananya adalah, penggunaan lambag Burung Garuda di stempel tokonya, mempekerjakan tenaga kerja asing secara illegal, adanya tindak pidana penipuan hingga merugikan nama baik Bali, dugaan adanya perlindungan oleh pihak berwenang yaitu BTB (Bali Tourism Board).

Yang dilaporkan, adalah rata – rata orang yang terlibat dalam pembuatan kesepakatan antara BTB dan Mafia Tiongkok. Mulai Bambang Putra, Aliang, Benny Fonda, Perwakilan Group Onbase Xu Y Hon Gue Juli, Perwakilan Mahkota Group Xie Jin Bao Shen Jiulong, Ketua BTB IB Agung Parta Adnyana. Kemudian disertakan juga bukti berupa dokumen dan rekaman.  Dokumen yang dimaksud adalah kesepakatan yang dilakukan BTB dengan mafia Tiongkok. Kemudian dokumen bukti stempel burung garuda dan lainnya. (GAB)

Previous Pastikan Berjalan Lancar, Wagub Cok Ace Datangi Waterboom Gianyar
Next Tanpa Tebang Pilih, Dewan Desak Tutup Toko “Shopping” Berpraktek Serupa Mafia Tiongkok,

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *