Berantas Mafia Jaringan Toko “Shopping” Tak Sebatas Wacana, Pemerintah Berani Usut Tuntas


Denpasar, suryadewata.com

Ketua Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali Prof I Gusti Ngurah Sudiana mengharapkan pemerintah serius menutup semua toko “shopping” berjaringan mafia Tiongkok ataupun sejenisnya yang beroperasi kurang sehat.

“Kami dapat informasi model jaringan mafia memiliki jalur tersendiri dari hulu hingga hilir,” kata Sudiana di Denpasar, Senin (19/11).

Jaringan mafia tersebut, tidak saja dari Tiongkok tetapi ada pula berasal dari Jepang dan Taiwan.

Informasi itu sudah lama diterima sejak enam tahun, namun belum mendapatkan respon dari pihak terkait.

Menurutnya, langkah penertiban yang ambil pemerintah sudah tepat, penutupan agar tidak berahir pada wacana saja.

Selanjutnya agar diusut tuntas, sedikit saja tercium dalam jaringan baik yang berijin maupun tidak berijin tetap ditutup.

“Jangan hanya wacana saja ditutup, itupun agar tidak ditutup sementara tapi permanen,” tegasnya.

Kebranian pemerintah diperlukan, dapat dipastikan penertiban bisa berjalan. Optimisme itu terbangun, mengingat pemerintah memiliki perangkat yang lengkap.

“Ini hanya persoalan kebranian para pemimpin pemerintah saja, jika ada niat jangankan mafia Tiongkok, kutu saja bisa diselidiki,” ujarnya.

Upaya itu dalam membenahi kualitas pariwisata Bali sehingga citra Pulau Dewata tetap dijaga dalam mata dunia.

Wisatawan yang datang ke Bali agar memiliki deposit, bukan menerima apa adanya.

Dengan demikian, kedatangan wisatawan akan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat Bali dan Indonesia.

“Bukan seperti wisatawan yang tidak sehat hanya melihat pemandangan saja ke Bali lalu balik, mereka jadinya hanya bawa sampah saja,” tutupnya. (ART)

Previous Galang Dana Untuk Lombok-Palu, Wagub Cok Ace Ikut Touring Mobil Klasik
Next Team Menembak Indonesia Berhasil Raih Juara 3 Ajang The USIP World Police Service Pistol Shooting Championship di China

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *