Bantuan UPPO Dukung Budidayakan Gumi Banten dan “Usadha”


Tabanan, suryadewata.com

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Bali Ida Bagus Wisnuardhana mengencarkan bimbingan teknis bagi kelompok penerima bantuan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO).

“Memotivasi kelompok UPPO yang baru agar bisa belajar dari kekompok yang sudah jalan agar bisa menghasilkn pupuk organik dan hingga bisa menjualnya,” kata Wisnuardhana di Tabanan, Rabu (21/11).

Hal itu sebagai implementasi Program Sad kerthi Loka Bali tentang Peraturan Gubernur (Pergub) tentang perlindungan dan pembudidayaan tanaman sebagai tanam Gumi Banten dan tanaman Usadha (Herbal).

Disampaikan usai melaksanakan bimbingan teknis bagi kelompok penerima bantuan UPPO, peserta 65 orang petugas teknis Dinas Pertanian Kabupaten dan PPL di Kelompok UPPO Nandini Nadhi, Desa Tunjuk, Tabanan.

Bantuan  UPPO yang telah disalurkan kepada kelompok berjumlah 42 unit berupa hibah uang sebesar Rp 7.850.000.000 sebanyak 22 unit @ Rp 175.000.000 dengan jumlah Rp 3.850.000.000 pada Tahun 2017, 20 unit @ Rp 200.000.000 dengan jumlah Rp 4.000.000.000 pada tahun Tahun 2018.

Ia mengharapkan, masyarakat juga mendaftarkan m sapinya untuk ikut asuransi dan lahan dekat kandang agar bisa dimanfaatkan.

Kegiatan itu dalam mengatasi penggunaan pupuk anorganik (kimia) yang telah berlangsung lama telah menyebabkan kerusakan lahan (sifat fifik,kimia dan biologis lahan) sehingga kandungan bahan organik tanah rendah sehngga tanah kurang produktif.

Cara memperbiki kesuburan tanah dengan menambahkan pupuk organik.

Upaya pemerintah untuk mendukung petani dalam menyediakan pupuk organik secara mandiri dengan memfasilitasi kegiatan pengembangan UPPO.

Dengan bertujuan menyediakan fasilitas pengolahan pupuk organic dengan memanfaatkan limbah (tanaman dan ternak).

Mensubstitusi sebagian kebutuhan pupuk kimia/anorganik, memperbaiki  kesuburan dan produktivitaslahan pertanian, eningkatkan populasi sapi sekaligus embuka kesempatan berusaha dan lapangan kerja.

Semakin berkembangnya kelompok UPPO di Bali diharapkan, satu kelompok UPPO dapat memproduksi lebih dari 50 kg pupuk organik per hari atau sama dengan lebih dari 1,5 ton perbulan. Tahun I perlu mengasuransikan ternak sapinya menghindari resiko kematian

Mengolah pupuk limbah ternak dengan fermentasi sehingga lebih berkualitas, mengembangkan pertanian organik pada areal kelompok.

Mengikuti program Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB) berkoordinasi dengan Dinas Peternakan.

Tertib administrasi baik laporan perkembangan ternak dan laporan keuangan/kas. Laksanakan teknologi pengolahan pakan sehingga pertumbuhan ternak lebih baik. (ART)

Previous Hadiri Giat Pramuka Kwartir Cabang Gianyar, Wagub Cok Ace Singgung Menurunnya Minat Generasi Muda Ikut Gerakan Pramuka
Next Suksma Bali 2018, Menuju Bali Bebas Sampah Plastik

No Comment

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *